Iman-Dedi Berbaur Bersama 2000 Anak Yatim dalam Kegiatan Buka Bersama

GARUT (GE).- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut nomer urut dua, Iman Alirahman dan Dedi Hasan berbaur bersama 2000 anak yatim dalam kegiatan buka bersama. Kegiatan itu digagas oleh SC 234 Garut.

“Kegiatan buka bersama bersama anak yatim dan dhuafa ini menjadi agenda rutin SC 234 Garut. Tahun lalu dilaksanakan bersama 1000 anak yatim dan dhuafa. Sekarang jumlahnya tambah banyak menjadi 2000 anak yatim,” ujar Ketua SC 234 Garut, Okkeu Muhamad Hadist, di Intan Balarea, Garut, Jawa Barat, Sabtu (2/6/18).

Okkeu menambahkan, melihat membludaknya peserta buka bersama ini menjadikan rasa campur aduk panitia penyelenggara. Menurutnya, di sisi lain dirinya senang bisa membantu anak yatim dan dhuafa di Garut. Namun di sisi lainnya ia sediah karena masih banyak warga Garut yang hidup di bawah garis kemiskinan.


“Kemiskinan itu bukan sekadar hitungan angka. Saya lihat di lapangan masih banyak warga miskin,” katanya.

Oleh sebab itu, ia menaruh harapan kepada pasangan nomor urut dua, Iman Alirahman dan Dedi Hasan bisa menuntaskan persoalan ini.

Sementara itu, Calon Bupati nomer urut 2, Iman Alirahman didampingi wakilnya Dedi Hasan, mengaku senang dan terharu bisa berbuka bersa anak yatim dan dhuafa. Ia pun sempat menguraikan air mata dan memeluk salah seorang anak yatim di tengah kerumunan ribuan anak yatim dan dhuafa.

“Kegiatan ini merupakan refleksi visi kami Garu Maju Sejahtera dan Religius (Masagi). SC dan Sapma mengaktualisasikannya melalui kegiatan buka bersama. Kedepannya tentu saja program untuk anak yatim dan dhuafa tak hanya sekadar buka bersama namun bisa dalam bentuk beasiswa dan pelatihan life skil,” kata Iman di sela-sela legiatan.

Iman menandaskan, anak yatim dan dhuafa ini terkumpul dari wilayah Garut Kota dan Bayongbong. Ia mengaku prihatin banyaknya warga miskin di Garut.

“Anak yatim dan dhuafa ini baru terkumpul di daerah perkotaan saja. Jadi kalau dikumpulkan se Kabupaten Garut tentunya lebih banyak lagi,” ucap Iman.

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah atau siapapun yang berwajib harus memperhatikan nasib mereka. Tentunya, lanjut dia, tak hanya berbentuk kegiatan taktis seperti buka bersama namun lebih mempersiapkan mereka dalam menyongsong masa depannya.

“Ada banyak sumber pembiayaan untuk anak yatim dan dhuafa ini. Tentunya APBD pun harus mengalokasikannya. Namun perusahaan swasta melalui CSR nya dan Baznas bisa menyokong kebutuhan anak yatim dan dhuafa di Garut,” pungkasnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI