Iman Alirahman : Guru Sukwan Kunci Sukses Pendidikan di Kabupaten Garut

CALON Bupati Garut nomor urut 2, Iman Alirahman, mendapat dukungan hangat ribuan guru sukwan di acara Milad Fagar Kabupaten Garut ke XII, di Lapangan Ramayanan, Minggu (6/5/18). (Foto : TAF Senopati/GE)***

GARUT, (GE).- Peranan guru sukwan bagi dunia pendidikan sangatlah besar. Bahkan, menurut calon Bupati Garut nomor urut 2, Imah Alirahman, keberadaan para guru sukwan menjadi kata kunci bagi suksesnya penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Garut.

“Kalau saya sendiri, sebagai calon (bupati) nomor 2, tentu saja saya merasa bahwa kehadiran guru sukwan ini memang menjadi kata kunci bagi suksesnya penyelenggaraan pendidkan di Kabupaten Garut,” kata Iman Alirahman, usai menghadiri kegiatan jalan sehat memeriahkan Milad Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kabupaten Garut ke XII, Minggu (6/5/18).

Karena itu, tandas Iman, sudah selayaknya dan seharusnya pemerintah daerah memberikan perhatian yang sama kepada para guru sukwan seperti kepada para guru (PNS) lainnya. Sebab, tanpa kehadiran mereka di sekolah-sekolah, jalannya poses belajar mengajar bisa terganggu.


Lebih jauh Iman mengatakan, terkait dengan keberadaan guru honorer, ada beberapa hal yang harus menjadi atensi pemerintah ke depan. Pertama, berkaitan dengan status kepegawaian para guru sukwan. Sebab, selama ini tidak sedikit guru sukwan yang sk penugasannya kurang jelas. Ada yang hanya berdasar SK penugasan dari kepala sekolah, ada juga yang dari kepala dinas.

“Nah, hal ini yang harus kita tata, supaya secara hukum maupun adminsitratif statusnya lebih jelas,” tandas Iman.

Persoalan lainnya, lanjut Iman, berkaitan dengan kesejahteraan para guru sukswan. Tentu saja, kata Iman, pemerintah daerah berkewajiban untuk dapat menyesuaikan. Mengingat, jumlah honorarium yang saat ini diterima para guru sukwan memang tidak memadai. Karena itu, besaran honorarium yang diterima para guru sukwan secara bertahap harus ditingkatkan.

“Kemudian, program-program lain dalam rangka peningkatan kapasitas. Karena pada dasarnya guru sukwan ini merupakan guru-guru yang memang memberikan pengabdiannya secara nyata di sekolah-sekolah dalam kegiatan belajar mengajar,” kata Iman.

Karena itu, Iman memandang perlu para guru sukwan ditingkatkan kompetensinya. Diharapkan, dengan dilibatkan dalam berbagai pendidikan dan latihan, kompetensi guru-guru sukwan menjadi lebih baik.

Ketika disinggung soal dukungan politik di ajang Pilkada Garut 2018 mendatang, Iman menyerahkan sepenuhnya kepada para guru sukswan sendiri. Iman percaya, mereka sudah memiliki ukuran penilaian terhadap semua paslon peserta Pilkada Garut 2018.

“Ya, saya sebagai calon bupati dan Pak Dedi Hasan sebagai calon wakil bupati, ingin menyerahkan saja sepenuhnya penilaian itu kepada guru-guru. Sebab, tentu saja mereka akan mengukur lah, atau akan menilai, bagaimana harapan-harapan ke depan bagi kepentingan guru-guru itu bisa diwujudkan,” katanya.

Semua itu, kata Iman, bergantung kepada pandangan mereka terhadap apa yang sisampaikan para calon peserta Pilkada.

Kehadiran Iman Alirahman di acara Milad Fagar, tak pelak mendapat sambutan hangat dari ribuan guru sukwan yang memadati Lapangan Ramayana. Terlebih, karena semasa menjabat Sekda Garut, Iman dikenal dekat dan senantiasa menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib para guru honorer.

Ketua DPP Fagar Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi, membenarkan adanya perjuangan yang telah dilakukan mantan Sekda Garut ini.  Karena itu, melalui momen Milad Fagar ke XII ini, Cecep juga berharap semua pihak di Garut dapat lebih memperhatikan nasib para guru honorer. (TAF Senopati/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI