Iman Alirahman Berjanji Revitalisasi Pasar Cikajang

CALON Bupati Garut nomor urut 2, Ilam Alirahman, berdialog salah seorang pedagang Pasar Cikajang, Minggu (22/4/18). (Foto : Dok. Ihsan Masagi)***

GARUT, (GE).- Keberadaan pasar tradisional di daerah memegang peranan penting dalam memajukan perekonomian masyarakat. Pasar tradisional, tidak sekadar tempat bertemunya antara pedagang dan pembeli. Berbagai aspek roda perekonomian terdapat di dalamnya.

Karena itu, keberadaan pasar tradisional di sejumlah daerah di Kabupaten Garut, Jawa Barat perlu direvitalisasi.

“Fungsi dan peranan pasar tradisional perlu ditingkatkan. Bukan sekadar memperbaiki fisik bangunannya. Tetapi, bagaimana ke depan pasar tradisional ini menjadi wahana branding bagi produk-produk unggulan di setiap daerah,” ungkap Calon Bupati Garut nomor urut 2, Iman Alirahman, saat belusukan ke Pasar Cikajang, Minggu (22/4/18).


Iman Alirahman datang ke Pasar Cikajang bersama sejumlah tokoh Partai Golkar, salah satunya Ketua DPD Golkar Garut, Ade Ginanjar.

Kedatangan Iman Alirahman ke Pasar Cikajang mendapat sambuatn antusias warga pasar. Tidak sedikit pedagang dan pembeli yang meminta berpoto bersama Calon Bupati Garut yang berpasangan dengan Dedi Hasan pada Pilkada Garut 2018.

Usai berdialog dengan para pedagang, Iman berjanji akan merevitalisasi Pasar Cikajang jika mendapatkan kepercayaan rakyat untuk memimpin Kabupaten Garut. Hal itu sebagai jawaban atas banyaknya keluhan yang disampaikan pedagang dan pembeli yang ditemuinya di Pasar Cikajang.

Menurut Iman, selama ini pasar tradisional yang belum direvitalisasi selalu diidentikkan dengan kondisi tidak nyaman. Kumuh, becek, dan semrawut. Tempat parkir yang sempit selalu menjadi permasalahan klasik ditemui di pasar-pasar tradisional. Memang kondisi seperti ini bukan hanya terjadi di Garut.

“Melalui program revitalisasi, kondisi yang membuat tidak nyaman seperti itu akan berubah. Pasar yang sudah direvitalisasi ada tempat parkirnya, sehingga warga yang belanja pakai mobil atau sepeda motor bisa parkir dengan leluasa dan pasar menjadi bersih dan tertata rapi,” ujar Iman.

Revitalisasi pasar tradisional, tutur Iman, saat ini memang menjadi sebuah keniscayaan, dan itu telah menjadi program pemerintah pusat. Tujuannya, agar pasar tradisional bisa tetap bertahan di tengah persaingan berat dengan maraknya supermarket yang tumbuh hingga ke pelosok daerah bagaikan jamur di musim hujan.

Mantan Sekda Garut ini kembali menegaskan, revitalisasi bukan hanya harus dilakukan terhadap fisik bangunannya, melainkan juga terhadap manajemennya.

“Pengelola pasar tradisional juga harus mampu membangun manajemen pengelolaan pasar. Dalam manajemen itu diatur secara jelas aspek-aspek seperti hak dan kewajiban pedagang. Tata cara penempatan, pembiayaan, fasilitas-fasilitas yang harus tersedia di pasar, serta standar operasional prosedur pelayanan pasar,” katanya. (MHI/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI