IGTKI Jabar Adakan Pembinaan Berorganisasi di Pendopo Garut

Ketua IGTKI Jawa Barat, Reni Kusnaeni, saat menyampaikan materinya di gedung Pendopo Garut, Selasa (8/8/17)/ Foto: Dedi Sofwan/GE.

DALAM suatu organisasi baik organisasi besar maupun kecil yang bergerak dibidang politik, pendidikan maupaun bidang lain, secara hirarki diperlukan pembinaan rutin organisasi. Sebagai upaya tersebut, baru-baru ini IGTKI Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan pembinaan organisasi terhadap seluruh anggota IGTKI PGRI Cabang Kabupaten Garut yang berjumlah 1.600, bertempat di gedung Pendopo Selasa (8/8/17).

Tema kegiatan pembinaan organisasi IGTKI tahun 2017 adalah “ Meningkatkan Profesionalisme Guru, Membangun Loyalitas & Sinergitas Untuk Mewujudkan Guru TK Yang Berkualitas Serta Mencapai Visi Organisasi IGTKI PGRI.” Kegiatan ini merupakan program runtin yang dilaksanakan 10 tahun sekali.

Dalam kesempatan tersebut hadir Kadisdik Garut yang diwakili oleh Kabid PAUD, Ketua PGRI Kabupaten Garut, Ketua Paguyuban UPT Dinas Pendidikan, Bunda PAUD Kabupaten Garut.


Bunda PAUD Kabupaten Garut, Ny. Diah Rudy Gunawan, secara simbolik membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya Ny. Diah menyampaikan perasaan bahagianya bisa hadir dan bersilaturahmi dengan para praktisi pendidikan anak usia dini yang tergabung dalam wadah organisasi IGTKI PGRI Kabupaten Garut.

“Bahagia tentunya, saya mengapresiasi seluruh jajaran IGTKI Provinsi Jawa Barat yang telah melakukan kegiatan pembinaan organisasi ini, sehingga diharapkan akan menyamakan persepsi kebijakan secara vertikal mulai dari atas ke bawah,” tutr Diah.

Diah menekankan, bahwa IGTKI adalah sebuah organisasi yang diibaratkan seperti pohon, dimana terdapat banyak unsur seperti akar, dahan, daun sehingga akan menghasilkan pohon yang kokoh dan buah yang manis.

“Tentunya perlu perawatan yang optimal. Begitu juga dengan IGTKI PGRI yang sudah berusia 67 tahun. Dengan adanya pembinaan organisasi merupakan salah satu cara perawatan sehingga menghasilkan suatu organisasi yang mempunyai pondasi yang kuat, kapasitas anggota yang memadai dengan kwalitas sumber daya manusia yang unggul. Serta program baik dan terencana sehingga akan menghasilkan guru TK yang profesional, dikarenakan guru TK merupakan ujung tombak pendidikan bagi anak usia dini,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua panitia yang juga ketua IGTKI PGRI Kabupaten Garut Ny. Beti Nurbaeti, S.Pd.,M.Pd, mengatakan kegiatan pembinaan organisasi ini bisa terselanggara berkat kerjasama seluruh pengurus IGTKI Kabupaten Garut. Dananya sendiri hasil swadaya seluruh anggota IGTKI PGRI Kabupaten Garut.

“Bagi guru TK tidak ada kata tidak dikarenakan ingin maju maka kita melakukan swadaya ini demi kemajuan bersama,” katanya.

Diharapkannya, dengan kegiatan ini bisa menjadi wahana evaluasi dan koreksi bagi aktivitas pengabdian dan pelayanan pengurus IGTKI PGRI Kabupaten Garut.

“Seluruh jajaran pengurus IGTKI PGRI Kabupaten Garut siap menerima setiap kritikan yang sifatnya membangun demi kemajuan IGTKI tidak akan kami tolak,” tandasnya.

Reni Kusnaeni selaku ketua IGTKI Provinsi Jawa Barat, menyebutkan, secara umum kinerja guru TK harus fokus pada pendidikan karakter. Sesuai dengan himbauan Presiden RI Bapak Jokowi dalam Rakorpimnas PGRI 2017 yang berlangsung di Jogyakarta.

“Setelah melaksanakan program pembinaan organisasi ini, apa yang menjadi tujuan sesuai dengan tema kegiatan ini bisa tercapai” tandasnya. (Dedi Sofwan)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI