Ibu Digugat Anak Kandung, Warga Garut Siap Galang Dana Bantuan

GARUT, (GE).- Kabar miris gugatan anak terhadap ibu kandungnya terus bergulir. Persidangan ketiga rencananya digelar hari ini, Kamis (16/3/17). Namun, sidang kembali diundur karena hakim yang bersangkutan berhalangan hadir. Rencananya sidang digelar kembali Senin mendatang.

Meski persidangan batal digelar, warga Garut tampak antusias mengikuti gelaran masalah ini. Mereka mengaku geram terhadap ulah anak yang tega melaporkan ibu kandungnya sendiri yang usianya sudah tua renta.

Salah seorang warga yang ikut hadir di ruang sidang, Nana (48), mengaku dirinya akan mengajak warga sekampungnya untuk melakukan donasi terhadap tergugat. Ia berjanji akan berusaha membantu tergugat sampai permasalahannya selesai.


“Saya rela bergelirya menggalang bantuan untuk tergugat. Bahkan saya akan membuka koin bantuan untuk terdakwa agar bisa terlepas dari jeratan utangnya,” kata Nana, Kamis (16/3/17).

Nana mengaku iba melihat kondisi tergugat yang sudah tak bisa berjalan dan harus didorong menggunakan kursi roda. Menurutnya, jangankan untuk membayar utang sebesar yang ditagihkan penggugat, sekadar berjalan saja kerepotan.

SAAT akan mengikuti persidangan di PN Garut, Kamis (16/3/17), tergugat tampak didorong menggunakan kursi roda menuju ruang persidangan. Di usianya ke-81 tahun AA harus berkutat dengan urusan hukum setelah digugat anak kandungnya sendiri gara-gara urusan utang-piutang.*

Sementara itu warga lainnya, Idrus (22), mengaku tertarik untuk mengikuti persidangan karena membaca dari salah satu portal berita online di Garut. Ia tak tega melihat kondisi ibu tua yang seharusnya menikmati masa pensiun malah berkutat dengan urusan hukum.

“Tega sekali anak itu. Saya tak habis fikir, masak ada anak tega sama ibu kandung sendiri. Seharusnya ibu setua itu diberikan kesempatan untuk menikmati hari tuanya. Buka digugat di pengadilan,” cetusnya.

Idrus berharap, ada gerakan warga Garut menggalang dana untuk tergugat. Tujuannya untuk meringankan beban tergugat dan memberikan efek jera bagi penggugat.

Diberitakan sebelumnya, permasalahannya bermula, di tahun 2001 seorang ibu berinisial AA (81) meminjam sejumlah uang kepada anak kandungnya. Setelah 16 tahun kemudian, masalah utang-piutang tersebut belum selesai. Meski AA telah berusaha untuk menyicil.

Kini, utang itu jumlahnya semakin berlipat. Bahkan, anaknya meminta ganti rugi dengan jumlah seratus kali lipat dari jumlah uang yang dipinjam AA. Karena AA tak mampu bayar akhirnya AA digugat secara perdata di Pengadilan Negeri Garut. Sekarang kasus ini sedang disidangkan untuk yang ketigakalinya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI