Hutan Lindung Gunung Lumbung Kritis, Aparat Diharapkan Menindak Pelaku Alihfungsi Lahan

GARUT,(GE).- Salah satu hutan di kawasan Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa barat saat ini kondisinya sudah mengkhawatirkan. Adanya kerusakan hutan ini dikeluhkan warga sekitar. Warga berharapkan pemerintah daerah (Pemda) maupun aparat berwenang segera menangani dan menindak tegas pelaku yang merusak hutan di wilayah selatan Garut ini.

“Ya, kondisi hutan di desa kami (Desa Pamcasura/ red.) kondisinya sekarang sangat rusak. Ini perlu ada ketegasan dari pemerintah atau aparat berwenang yang menangani hutan,” kata Kepala Desa Pancasura, Saefuloh A Ridho saat menyampaikan keluhannya itu di Kantor Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Garut, Sabtu, (21/1/2017).

Kades Pncasura menjelaskan, di desanya terdapat kawasan hutan lindung yang sekarang sebagiannya telah rusak akibat alihfungsi lahan tanaman musiman. Sehingga kondisinya kritis.


Dari catattannya, ada sekitar dua hektare hutan lindung di Blok 86 kawasan Gunung Lumbung kondisi sudah kritis akibat adanya alihfungsi lahan tersebut.

“Kerusakan hutan yang terjadi di blok itu karena maraknya alih fungsi lahan dimana hutan dijadikan sawah dan perkebunan,” tandasnya.

Dengan rusaknya kawasan hutan lindung ini tentunya berdampak buruk buruk bagi masyarakat sekitar. Salah satunya, warga saat ini kesdulitan untuk mendapatkan air pada musim kemarau dan khawatir akan terjadi bencana alam.

“Dampak yang saat ini sudah dirasakan adalah sulit air saat kemarau. Padahal dulu desa kami tidak pernah kekurangan air, dan yang dikhawatirkan lagi takut terjadi bencana alam, seperti longsor,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihak yang merusak kawasan hutan itu ternyata bukan warga Desa Pancasura, melainkan orang yang tinggal diluar desa. Ia berharap adanya tindakan tegas dari aparat berwenang untuk menertibkan perusak hutan, kemudian mengembalikan fungsi hutan sesuai aturan yang berlaku.

“Kerusakan hutan itu jangan dibiarkan, pemerintah harus tegas, kami siap bersama-sama untuk menjaga hutan,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI