Honor Mengajar Minim, Champhy Nyambi Menjadi Instruktur Aplikasi

CHAMPHY Heryadi.***

STATUS sebagai guru honorer ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Sulit menjadi PNS, honor mangajarnya pun tidak lebih besar dibanding kuli angkut sekalipun. Karena itu, guru honorer yang satu ini mengaku harus pandai memutar otak agar roda ekonomi keluarganya terus berputar.

Beruntung bagi Chamhy Heryadi. Guru honorer SD Sindang Mekar 1 Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini punya keahlian lain di bidang instalasi teknologi (IT). Di sela waktu senggangnya sebagai pendidik, Champhy mulai meniti karier sebagai instruktur aplikasi pada sebuah usaha koperasi.

Berbekal keahliannya selama menjadi operator di sekolah, lelaki yang menetap di  Kampung Tegalpanjang No. 565 RT/RW 02/05,  Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut , kini mulai sibuk dengan pekerjaan sampingan barunya.


Menurut Champhy, aplikasi yang dikelolanya menggunakan nomer hand phone sebagai norek nasabah. Keunggulan dibanding yang lain, aplikasi ini tidak termasuk PPOB, sebab memiliki layanan SMS Banking dan merupakan aplikasi perbankan.

“Ini akan sangat membantu bagi mereka yang belum menguasai akses perbankan digital,” terangnya.

Malah, lanjut Champhy, pengguna aplikasi akan berperan sebagai teller pribadi, dan mendapatkan keuntungan dari tiap ia melakukan transaksi. Lebih jauh dikatakan , sistem perbankan berbasis digital saat ini hanya dinikmati oleh sebagian orang saja di Indonesia.

Hal itulah yang kemudian membuatnya tertarik, mengembangkan aplikasi jasa keuangan untuk kalangan menengah ke bawah.

Diharapkannya dengan aplikasi ini masyarakat kalangan menengah ke bawah mampu melakukan kegiatan transaksi secara digital (cashless). Champy pun mengajak kerja sama untuk masyarakat (perorangan) atau secara lembaga untuk membangun bisnis penyedia layanan perbankan (Lembaga Keuangan Mikro) dengan memberikan fasilitas layaknya sebuah bank konvensional. (TAF Senopati /GE )***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI