Hj.Susi Srimulyati: Untuk Memperjuangkan Hak Haknya, Perempuan Harus Paham Politik

Hj. Susi Srimulyati, Caleg Partai Gerindra, Dapil 1 Garut./ foto: doc. pribadi.***

GARUT,(GE).- Beberapa hari yang lalu, kabut duka menyelimuti dunia perempuan di Kabupaten Garut. Nita K Wijaya atau biasa disapa Bunda Nitta, salah seorang tokoh perempuan Garut meninggal dunia Jumat (14/09/2018). Seperti diketahui, Bunda Nita adalah ketua Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Garut. Selama ini Almarumhan dikenal sosok perempuan yang getol memperjuangankan hak hak perempuan, tak heran Ia dikenal luas, khususnya di kalangan altivis perempuan di Garut.

Sejak meninggalnya Bunda Nita, berbagai komentar bermunculan, khususnya dari beberapa tokoh permpuan Garut. Di antaranya Hj. Susi Srimuyati, salah satu politisi Partai Gerindra yang juga caleg dari Dapil 1 Garut. Selain merasa kehilangan, Hj Susi berpendapat jika saat ini Garut memerlukan regenerasi aktvis perempuan yang paham akan dunia politik untuk bisa memperjuangkan hak hak perempuan.

“Tentunya sangat kehilangan, beliau (alm. Bunda Nita/red.) adalah sosok panutan yang gigih memperjuangkan hak hak perempuan. Sayangnya, regenerasi aktivis perempuan di Garut selama ini sangat minim. Untuk itu menurut hemat saya, kaum perempuan harus lebih paham politik, sehingga bisa lebih mudah memperjuangkan hak haknya,” tuturnya, saat ditemui garut-express.com di kediamannya, Sabtu (15/09/2018).


Dikatakannya, untuk memahamkan politik dan menampung berbagai apsirasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, salah satu jalannya adalah dengan menjadi wakil rakyat di parlemen.

“In sya Allah, jika saya diberikan amanah oleh rakyat dalam Pileg 2019 nant, tentunya saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan itu. Saya akan terus berupaya semampunya untuk memperjuangkan hak hak perempuan. Disamping itu, salah satu cita-cita saya juga ingin membangun sektor pendidikan yang lebih berkualitas,” ungkapnya.(ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI