Hj. Siti Mufattahah Gencar Promosi, Batu Garut “Is Back”,

LEWIGOONG, (GE).- Hj.Siti Mufattahah politisi Partai Demokrat  yang juga anggota Komisi II DPR RI dari dapil Jabar XI mengapresiasi kegiatan pameran batu perhiasan Jawa Barat. Pagelaran seni budaya dan santunan anak yatim itu digelar di Pondok Pesantren Nurul Amin Lewigoong.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Garut H. Rudi Gunawan, dan komunitas Game Stone Jawa Barat. Dalam acara tersebut, Kepala SMK IT Nurul Amin Makmul Arif serta Hj.Siti Mufattahah menerima penghargaan sebagai pelopor save batu perhiasan Jawa Barat dari Ketua Komunitas Game Stone Jawa Barat Deni  Ozen.

Dikatakan Deni Ozen, kedua tokoh itu, (Makmul, dan Siti Mufattahah) dinilai berperan aktif dalam menghidupkan kembali khasanah batu Garut yang kini mulai menurun, melalui promosi-promosi dan kegiatan-kegiatan pameran. Konsep  batu  yang selama ini hanya dikenal  dengan Batu Akik, melalui gagasan dan ide keduanya, batu Garut diolah menjadi bentuk berbagai perhiasan yang dapat digunakan oleh semua kalangan, wanita, pria, remaja, kaum ibu-ibu.

Berkat dukungan Hj.Siti Mufattahah, batu Garut yang diolah menjadi perhiasan itu, ternyata sangat diminati oleh wisatawan mancanegara. Bahkan kabar adanya batu Garut ini terdengar sampai ke London jelasnya.

Sementara itu, panitia kegiatan yang juga kepala SMK IT Nurul Amin, Makmul Arif mengatakan, ia sengaja menggelar kegiatan pentas seni budaya berupa pameran perhiasan batu garut yang diolah oleh Komunitas game stone Bandung. Selain itu, ia juga  menggelar pentas seni tradisi sunda, seperti penampilan perguruan pencak silat Gajah Putih.

Bupati Garut, H.Rudi Gunawan mengaku sangat mengapresiasi bentuk kegiatan itu. Apalagi panitia kegiatan adalah pondok pesantren Nurul Amin.

Senada dengan Bupati Garut Hj.Siti Mufattahah tertarik dengan hasil inovasi komunitas game stone Jawa Barat ini. Ia berharap inovasi pengrajin Batu  Garut terus dikembangkan, hingga keberadaannya terus dikenal oleh seluruh masyarakat.

“Saya terus promosikan kecantikan batu Garut ini hingga ke mancanegara. Mudah-mudahan pamornya bisa kembali membumi,” ujarnya.

Menurutnya, ahir-ahir ini penggila batu sudah menurun, alasan itu ia dan makmul arif terus  berupaya memajukan khsanah perbatuan dikalangan pejabat di Jakarta. Hal itu mereka lakukan agar penggila batu Garut tidak menurun pamornya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Garut menerima cindramata  batu garut yang diolah berbentuk miniature Kujang khas Jawa Barat. (Taf Senopati)***