Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan Pencegahan TKI Non prosedural

“Kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, serta masih ditemukannya masyarakat yang salah persepsi memaknai tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi latar belakang terjadinya TKI non prosedural ,” demikian disampaikan oleh Hj.Siti Mufattahah, Psi, MBA Anggota DPR RI Komisi IX DPR RI dari daerah pemilihan ( Dapil ) Jawa Barat XI Praksi Partai Demokrat , pada kegiatan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri dan Migrasi aman di SMKN 10 Garut, (15/07/17).

Sosialisasi ini, kata Hj. Siti, selain untuk mengantisipasi maraknya tenaga kerja Indonesia yang berangkat tanpa dilengkapi dokumen yang sah (ilegal), juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prosedur yang benar untuk menjadi TKI.


TKI yang bermasalah rata-rata terkait dengan dokumen kerja yang tidak sebagaimana mestinya. Bersama Komisi IX DPR RI yang menangani bidang kesehatan dan ketenaga kerjaan itu, memang tengah konsen menangani permasalahan Tenaga Kerja Indonesia khususnya pencegahan TKI Non prosedural.

” Sosialisasi seperti ini perlu dilakukan, untuk antisipasi adanya pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri secara ilegal, karena kalau tidak diantisipasi bila terjadi persoalan hukum di negara dia bekerja penanganannya lebih sulit,” jelas Hj.Siti dihadapan ratusan peserta sosialisasi.

Karena itu, sebagai wakil Rakyat khususnya Komisi IX tengah gencar mensosialisasikan pencegahan TKI Non Prosedural. berdasarkan catatan Badan Nasional penempatan dan perlindungan TKI hingga kini TKI non prosedural tercatat masih tinggi .

Dalam pemaparan materi selanjutnya , Hj.Siti mengingatkan para calon Tenaga Kerja Indonesia, Purna TKI, Aparat pemerintah, Masyarakat Umum serta khususnya Siswa Siswi SMKN 10 menjadi TKI non prosedural atau ilegal sangat beresiko diantaranya , seponsor atau calo atau orang yang menjanjikan pekerjaan dapat melarikan uang yang disetor oleh TKI yang tertipu.

Selain itu, TKI bersangkutan tidak akan merasa aman karena tidak mendapat jaminan perlindungan dinegara penempatan , bahkan kerap kali TKI diperlakukan tidak manusia mulai dari penampungan sampai ke luar negeri.

Di tempat yang sama, direktur kerjasama dan verifikasi dokumen penempatan TKI Badan Nasional Penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Dr. Ir . Haposan Saragih, M. Agr menuturkan , saat ini tenaga kerja Indonesia asal Garut memang tidak seperti TKI dari daerah Pantura.

Bila dibanding dari Pantura maka Garut tidak seberapa jumlah TKI nya. Menurutnya , masyarakat beranggapan TKI itu identik dengan pekerja rumah tangga ( Pembantu ) , padahal TKI itu ada yang non formal dan formal.

Pembatu rumah tangga itukan non formal. Namun demikian formal maupun Nonformal TKI tetap harus mengikuti aturan sesuai perundang-undangan. Dengan diprakarsai Hj. Siti Mufattahah BPNP2TKI dapat memberikan sosialisasi peluang tenaga kerja ke Luar Negeri dan Migrasi Aman di Garut.

Sementara itu, selaku tuan rumah Kepala SMKN 10 H.Apip Saepul Bahri, S.Pd.,MM yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Garut. Mengapresiasi kegiatan yang diprakarasai oleh Hj. Siti Mufattahah dengan mendatangkan BNPP2TKI serta BP3TKI Bandung guna memberikan pemahaman terkait prosedur menjadi TKI yang benar sesuai peraturan .

Dikatakannya, Hj. Siti Mufattahah sangat peduli rakyat Garut, sehingga meski baru kembali dari Provinsi Bangka Belitung tugas MPR ia segera hadir bersama warga Garut. Atas nama warga Garut khususnya selaku Kepala SMKN 10 menghaturkan trimakasih dan mendoakkan agar Hj.Siti Mufattahah diberikan kesehatan dan lindungan Allah SWT.

Hj.Siti Mufattahah adalah sesosok wakil rakyat yang dikenal dekat dan amanah. jarang jarang wakil Rakyat sering melakukan kegiatan secara langsung bersama warganya. dengan adanya sosialisasi disekolahnya iapun iapun menyambut baik. (TAF Senopati/ Adv.) ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI