Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di SMK Maarif Garut

“Sudah semestinya nilai nilai karakter bangsa dan bernegara mendarah daging, tumbuh dan berkembang pada setiap generasi muda bangsa,” demikian dikatakan panitia Sosialisasi Empat Pilar berbangsa dan bernegara , Makmul Arif di kampus SMK Ma’arif Garut,  Selasa, (26/9/17) usai mendampingi nara sumber utama sosialisasi empat pilar kebangsaan dari Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Demokrat komisi IX  Hj.Siti Mufattahah, Psi .

Diungkapkannya, berbagai persoalan bangsa saat ini, terlebih generasi mudanya  nyaris kehilangan jati diri dan falsafah bangsanya sendiri.  Menipisnya pemahaman para remaja terutama  siswa siswi saat ini terhadap makna empat pilar berbangsa dan bernegara  yakni , Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang nyaris tidak  berfungsi itu .

“Sebagian mereka terkontaminasi  paham, kultur yang salah kaprah akibat  masih rendahnya pemahaman terhadap nilai nilai Empat Pilar kebangsaan,” katanya.


Kondisi itu, katanya menjadikan Hj.Siti Mufattahah, Psi terus bergerilya  mensosilaisasikan makna empat pilar kepada seluruh lapisan masyarakat , baik remaja, pemuda hingga warga masyarakat secara luas. Salah satunya di lingkungan SMK Maarif dan warga Nahdatul Ulama Garut.

“Perlunya upaya menumbuhkan  rasa patriotisme dalam bingkai idiologi pancasila. Agar pilar kebangsaan dapat berjalan sinergis sehingga menopang terciptanya karakter bangsa yang dicita-citakan,” ujarnya.

Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Demokrat komisi IX Hj.Siti Mufattahah, Psi, saat menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan di SMK Maarif, Garut, Selasa, (26/9/17)***

Sementara itu, Hj.Siti Mufattahah ,Psi yang tampil tunggal dihadapan ratusan siswa siswi SMK Ma’arif,  memaparkan implementasi realisasi nilai-nilai luhur bangsa yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya pada kalangan remaja  dikhawatirkan  terancam mulai tidak dikenali dan dipahami  oleh sebagian remaja.

Munculnya berbagai persoalan remaja akhir -akhir ini seperti tengah mewabanhnya  remaja yang keracunan akibat pengaruh pil pcc,. Serta terjadinya kerawanan dalam pemahaman makna empat pilar kebangsaan membuatnya lebih konsen untuk mensosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan ini.

Upaya untuk membangun prinsip-prinsip dasar wawasan kebangsaan dan memperkuat ideologi Pancasila perlu dibangun kembali bagi generasi muda. Munculnya berbagai kegelisahan dan keprihatinan terhadap persoalan sosial yang melanda generasi muda yang mengalami krisis jati diri, krisis kepemimpinan, dan lemahnya karakter generasi muda yang membangun visi dan misi kebangsaan.

Ditegaskannya, materi membangun wawasan kebangsaan bagi calon pemimpin bangsa perlu dipertegas kembali dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila yang selama ini kian ditinggalkan. Pelajar dan generasi muda bangsa perlu mendapatkan porsi pendidikan dan wawasan kebangsaan supaya mereka mampu berinteraksi dengan teman sebaya lebih terbuka, demokratis, dan toleran.

“Semoga kita bisa menjadi pemuda yang siap memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan ditengah kemajemukan. Namun disisi lain, pemuda terkadang mulai terjebak oleh perilaku dan sikap yang menyimpang seperti terjebak kasus narkoba, tawuran, perkelahian, hedonisme, gerakan fundamentalisme agama, seks bebas, dan berbagai macam perilaku menyimpang lainnya. Penguatan materi dan orientasi terhadap wawasan pemuda terhadap situasi bangsa dan perkembangan kepemudaan sekarang ini perlu dilakukan melalui sosialisasi empat pilar berbansa dan bernegara,” ujar Hj. Siti Mufattahah, seraya menutup materinya. ( TAF Senopati /Adv.) ***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI