Hj.Siti Mufattahah Serap Aspirasi Bobotoh Raider Persib

LEUWIGOONG, (GE).- Anggota DPR RI komisi IX fraksi Partai Demokrat asal daerah pemilihan Jawa Barat XI, Hj. Siti Mufattahah menggelar rapat dengar pendapat bersama komunitas pendukung Persib Bandung “Bobotoh Riders Persib”. Acara tersebut digelar di Pondok Pesantren Nurul Amin, Senin (30/05/2016 ).

Bobotoh Riders Persib ranting Limbangan itu, mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Hj. siti Mufattahah. Selain itu, mereka juga tengah melakukan kegiatan bhakti sosial kepada warga yang ada di Kecamatan Leuwigoong.

Dikatakan Sekretaris Bobotoh Riders Persib, Alvian, lahirnya Bobotoh Riders Persib khususnya Ranting Limbangan dan Leuwigoong bukan saja hanya menggelar aksi nonton Persib di lapangan. Namun komunitas ini lebih banyak melakukan aksi sosial semacam berikan santunan dan kegiatan lainnya.

“Kegiatan bhakti sosial merupakan ciri khas organisasi Bobotoh Riders Persib Ranting Limbangan,” katanya.

Untuk meningkatkan soliditas antar bobotoh dan meningkatkan nasionalisme di kalangan anak muda, maka semua anggota Raider Persib ranting Limbangan diwajibkan mengikuti RDP empat pilar kebangsaan bersama Hj. Siti Mufattahah. Diharapkan semua anggota Raider Persib bisa mengaplikasikan materi yang telah disampaikan Hj. Siti Mufattahah dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Hj. Siti Mufattahah ditemui usai kegiatan menjelaskan, menurutnya Bobotoh Riders Persib menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan kaula muda tersebut. Pada kegiatan tersebut, bobotoh berbaur dengar warga Leuwigoong dalam kegiatan bhakti sosial dan RDP.

“Pada umumnya mereka sedang belajar berorganisasi. Jadi semuanya harus dirangkul dan diluruskan. Tujuannya agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak diinginkan,” ucap Siti, Senin (30/5/2016).

Munculnya, prilaku penyimpangan di kalangan remaja, bermula dari lemahnya pemahaman mereka terhadap empat pilar kebangsaan. Bahkan banyak juga remaja yang telah meninggalkan makna-makna yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Jika masyarakat sudah terbiasa dengan pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, tentu masyarakat atau Pemuda tau bagaimana berprilaku yang baik dalam berbangsa.

Menurutnya, pemahaman dan komitmen kebangsaan harus terimplementasi dalam kehidupan masyarakat. Dinamika dan fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini merupakan cermin dari karakter dan kualitas wawasan kebangsaan masyarakat Indonesia.

“Sesungguhnya kita sedang terancam oleh pergaulan para remaja, misalnya fenomena penyalahgunaan narkoba. Saya yakin, jika generasi muda diperhatikan dan diberi pemahaman yang benar tentang berbangsa dan bernegara kepedulian mereka pun akan tumbuh kembang,” pungkasnya. (Taf Senopati) ***