Hj. Siti Mufattahah Sampaikan Ucapan Selamat Harlah Fagar ke 11 dari Pembaringannya di Rumah Sakit

Dra. Hj. Siti Mufattahah, Psi.,M.B.A.

FORUM Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) Kabupaten Garut tahun ini (2017) menginjak usia ke 11. Dalam rentang 11 tahun ini, perjuangan para guru honorer yang tergabung dalam organisasi Fagar boleh dikatakan penuh lika liku dan pengorbanan.

Kiprahnya dalam memperjuangkan nasib para guru honorer terbilang sudah “makan asam garam,” kesabarannya sudah benar-benar teruji. Beragam kisah suka, duka, pahit dan getirnya perjuangan telah mereka curahkan.

Meski hingga saat ini nasibnya belum jelas, para guru honorer, khususnya di Garut  masih tetap semangat berjuang menuntut  keadilan dan kesejahteraan. Sementara, perhatian pemerintah daerah Kabupaten Garut sendiri masih dalam tahap berupaya.


Menurut catattan, setidaknya ada Rp 9 miliar APBD sudah digulirkan  untuk 7 ribu honorer Garut yang tergabung ke dalam Fagar. Ternyata masih tersisa 5 ribu honorer yang belum bisa menikmati “kue” APBD.

Mendapati kenyataan tersebut, politisi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Jabar XI (Kab Garut, Kab/Kota Tasikmalaya) Dra. Hj. Siti Mufattahah, Psi., M.B.A., menaruh apresiasi dan mendukung para honorer khususnya di Garut untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan.

“Pada perayaan milad Fagar ke-11 kali ini, mohon maaf, saya tidak bisa turut seeta bersama-sama berkumpul. Ungkapan hati ini hanya bisa saya tuliskan melalui media. Saya sekarang sedang dirawat di rumah sakit. Saya takan pernah melupakan perjuangan dan dedikasi para guru honorer, khususnya di Garut. Semoga perjuangan kita semua hari ini untuk mendapatkan keadilan dan penghargaan yang  layak dari pemerintah bisa terwujud.  Janji pemerintah bukan hanya hoax dan PHP belaka,” tutur Hj. Siti yang disampaikan melalui broadcast, Sabtu (6/5/17).

Ditegaskannya, dedikasi guru honorer untuk bangsa ini tidak terhalang oleh jarak, ruang dan waktu. Dengan kondisi apapun dalam menjalankan profesinya, tugas guru tetaplah mulia.

“Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik bagi guru honorer tercinta. Hidup honorer, hidup Fagar Garut! ”  ujarnya.

Sebelumnya Hj. Siti mengungkapkan, hingga saat ini para guru honnorer tengah menunggu kepastian pemerintah terkait nasibnya. Undang Undang Aparatur Sipil Negara (UUASN)  No. 5 tahun 2014, sedang melalui proses revisi di DPR RI. Proses revisi UUASN tinggal menunggu daftar inventarisir (DIM) dari pemerintah.

“Sambil menunggu proses revisi UU ASN usai,  pemerintah Kabupaten Garut  segera mewujudkan amanat Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia  (Permendikbud No. 08 tahun 2017),” katanya.

Menurutnya, dalam permen itu, guru honorer wajib mendapatkan SK dari Bupati. Di beberapa kabupaten kota lain, seperti Kota Bekasi, Kabupaten Sumedang, atau di Tasikmalaya dan Purwakarta,  pemerintah daerahnya sudah memberikan SK Bupati.

Dengan berbekal SK Bupati sebelum diangkat menjadi PNS atau ASN,  pintu kesejahteraan para guru akan  terbuka.  Dengan SK Bupati ini para honorer bisa mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Kependidikan (NUPTK). Selain itu, mereka juga bisa mengikuti program sertifikasi.

“Semoga melalui Milad Fagar yang ke-11, SK Bupati itu akan menjadi kado terindah bagi para Honnorer Garut. Diperlukan ketegasan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan kesejahteraan guru honorer selama ini. Selamat Milad Fagar yang ke-11 tahun 2017. Semoga Fagar Kabupaten  Garut tambah suskses dan cita-cita perjuangan nya dapat tercapai,” tutur Hj. Siti.  (Adv./ Taf Senopati) ***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI