Hj. Siti Mufattahah kini Mendapat Tugas Baru di Komisi VIII

MENDAPAT tugas baru di Komisi VIII DPR-MPR RI yang membidangi Sosial, Keagamaan dan Baznas ,politisi partai Demokrat asal daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat XI, Hj.Siti Mufattahah Psi., MBA ini langsung tancap gas kembali menyambangi ke dapilnya.

Ditugaskan di komisi berapapun bagi Hj.Siti, blusukan bersilaturahmi ke dapil memang sudah menjadi kebiasaannya sejak lama. Hadir di tengah-tengah warga katanya bukan saat mau pesta pemilu saja, melainkan disaat ada kesempatan. Disaat tidak ada agenda di Senayan atau kunjungan kerja, maka ia lebih memilih selalu menjumpai warga di dapilnya.


Kali ini, Hj.Siti Mufattahah ditemani tokoh muda asal Cikajang, Adeng Sukmana berkeliling ke sekolah-sekolah. Terutama sekolah dasar (SD) yang ada di Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Kamis (22/2/2018).

Selain masa reses, kegiatan tersebut sekaligus bersilaturahmi langsung dengan warga Cikajang. Wakil rakyat yang dikenal murah senyum ini salah satunya mengunjungi SDN Padasuka 1. Di tempat itu ia diterima seluruh siswa, dewan guru dan kepala Sekolah Hj. Yani Martini.

Pada kesempatan tersebut, Hj.Siti Mufattahah berkesempatan meninjau bangunan sekolah yang rusak, juga berdiskusi untuk menampung aspirasi dari seluruh stakeholder sekolah setempat terutama dengan para guru honorer.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Padasuka, mengaku senang atas atensi Hj.Siti Mufattahah yang langsung bercengkrama dengan para peserta didik disekolah itu. selain itu ia juga berkenan menerima aspirasi sekolahnya.

” SDN 1 Padasuka, kondisi bangunannya memang banyak yang perlu diperbaiki apalagi daerah ini termasuk rawan bencana. Prasarananya juga perlu ditingkatkan, terutama ruang baca atau ruang perpustakaan agar para siswa diarahkan untuk selalu gemar membaca,” tuturnya, seraya menebar senyum ramahnya.

Ia menambahkan, pendidikan moral saat ini perlu ditingkatkan karena banyak kenakalan yang dilakukan oleh para pelajar di luar sekolah. Menutunya hai itu akibat pergaulan lingkungan yang tidak sehat dan tidak sesuai dengan pergaulan usia.

“ Sarana pendidikan seperti perpustakaan harus lebih ditingkatkan untuk menopang proses pembentukan karakter anak. Dengan sarana infrastruktur yang baik, In sya Alloh akan tercipta generasi yang sehat, serta bisa diandalkan. Semoga kesadaran akan pentingnya pendidikan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang handal, berkualitas, berakhlaqul karimah, beriman, serta bertanggung jawab di masa yang akan datang,” harapnya. (TAF Senopati/ Adv.)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI