Hj. Siti Mufattahah: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekedar Slogan dan Jargon Politik

GARUT, (GE). – Baru-baru ini antusiasme peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tampak di Aula Yayasan Setia Bhakti ( Yasebha) Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rabu (23/02/2017). Dalam sosialisasi kali ini Hj.Siti Mufattahah, Psi.,MBA., yang merupakan anggota DPR/MPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat, Daerah Pemilihan Jabar XI.

Hj. Siti Mufattahah, dalam pemaparannya menyampaikan poin poin penting Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi pengamalan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika .

Sementara itu, peserta sosialisasi yang hadir dalam kesempatan ini terdiri dari berbagai element masyarakat. Gelaran acara ini juga berkat kerjasama apik Yayasan Setia Bhakti Cilawu bersama himpunan guru guru swasta dibawah DPC FAGAR Kecamatan Cilawu .


Dudi Iskandar, Ketua DPC FAGAR Cilawu, sekaligus peserta aksi dalam acara ini mengaku bangga, bisa bersua dengan wakil rakyat yang satu ini.

“Tentunya bangga, kami bisa bersua dengan Ibu (Siti Mufattahah/ red.). Sebenarnya bagi masyarakat Garut, Hj.Siti mufattahah sudah tidak asing. Soalnya, Ibu itu selalu tampil terdepan, konsiten, disiplin, dan respon nya luar biasa dalam setiap menghadapi persoalan warga di dapilnya. Mobilitas Hj.Siti Mufattahah sangat tinggi dimanapun dan kapanpun bagi warga dapilnya.” Ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, Hj. Siti Mufattahah mengatakan, bahwa saat ini tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa sosialisasi empat pilar sekedar slogan-slogan.

“Dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang , bahkan ada juga yang beranggapan empat pilar itu hanya jargon politik. Karena itu, diperlukan landasan rill dan konkrit yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui pemahaman yang benar.” Tandasnya.

Ketua panitia, sekaligus Ketua Yayasan Yasebha, Muhamad Budi Nur Isnaeni , mengapresiasi sosialisasi ini. Terlebih disampaikan kepada jajaran guru guru swasta dan juga pada masyarakat luas di Kecamatan Cilawu.

“Tentunya kami mengapresiasi acara ini. Peserta yang hadir bukan saja dari kalangan guru swasta. Ada juga dari kalanagan petani, para kepala desa dan para pedagang pasar se Kecamatan Cilawu.” Katanya.

Ditambahkannya, dengan memahami empat pilar kebangsaan ini, para guru sebagai pendidik akan mudah menyampaikan kembali materi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat luas. Terutama kepada anak-anak didik mereka.

“Kegiatan ini sangat positif, terkhusus bagi guru sebagai penyampai pengetahuan kepada para siswa. Pemahaman emapat pilar akan lebih mudah dicerna oleh masyarakat. ” Ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Hj.Siti Mufattahah menegaskan, bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan tidak bisa dilakukan melalui doktrin atau pemaksaan. Tetapi harus dengan kesadaran.

“ Untuk itu perlu dipahami secara memadai makna empat pilar tersebut. Sehingga kita dapat memberikan penilaian secara tepat, arif dan bijaksana. Menempatkannya secara akurat dan proporsional dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.” Tandasnya.

Ia mencontohkan , seorang guru sangat memiliki peran sentral dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu selayaknyalah pendidik lebih memahami makna empat pilar kebangsaan .

“Pilar bagi suatu negara-bangsa berupa sistem keyakinan atau belief system. Atau philosophische grondslag, yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang dianut oleh rakyat negara-bangsa yang bersangkutan. Itu semua diyakini memiliki kekuatan untuk dipergunakan sebagai landasan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.” Jelasnya. (TAF Senopati/ Adv.) ***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI