Hingga Hari Ini, Tim Gabungan Masih Belum Menemukan Belasan Korban Banjir yang Dinyatakan Hilang

KOTA,(GE).- Sejak perpanjangan masa tanggap darurat per hari Rabu (28/09/2016) Proses pencarian korban hilang yang dilakukan tim SAR gabungan terus dilakukan. Namun, hingga hari ini proses pencarian yang diintensifkan di wilayah Garut dan Sumedang ini belum membuahkan hasil.

Humas dan Protokoler Basarnas Bandung Joshua menyebutkan, banyaknya tumpukan sampah di sekitar kawasan Situ Gede Sumedang menjadi kendala proses pencarian yang dilakukan terkendala oleh Tim SAR gabungan. Dalam proses pencarian sendiri bahkan telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti peswat mini pengintai (drone).

“Kami dihadapkan dengan kendala tumpukan sampah yang cukup banyak, dengan endapan sampah mencapai empat meter,” tutur Joshua.


Dijelaskannya, sebenarnya upaya pencarian bisa dilakukan bila tim menggunakan alat berat berupa bechoe apung. Sayangnya, pengadaan alat tersebut terkendala oleh bantuan dari pemerintah daerah.

“Sampai hari ini kami belum mendapat kabar akan adanya bantuan bechoe apung. Meski begitu, proses pencarian masih dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, berdasarkan data hingga hari Senin 26 September 2016 lalu, jumlah korban tewas akibat amuk Cimanuk sementara ini tercatat 34 orang, dua di antaranya belum teridentifikasi.
Sutopo menjelaskan, para korban tersebut ditemukan di sembilan titik lokasi yang meliputi Kampung Lapang Paris Tarogong Kidul, Kampung Bojong Larang, Kampung Cimacan, Kampung Cisurat Kecamatan Wado Sumedang, Kampung Sukasenang Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Cibatu, Kecamatan Kersamanah, Kecamatan Selaawi, dan Waduk Jatigede, Kecamatan Wado Sumedang. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI