Hindari BPJS Palsu, Begini Caranya

KOTA, (GE).- Mengantisipasi pemalsuan kartu BPJS, masyarakat diimbau untuk mengurus sendiri pendaftaran layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pendaftaran layanan kesehatan ini mesti dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Garut Ina Gandaliyana, mengatakan pihaknya tidak menganjurkan untuk pembuatan secara kolektif. “Kalau ada yang sanggup mendaftarkan secara kolektif, jangan dipercaya. Lebih baik datang langsung ke Kantor BPJS,” kata Ina.

Menurutnya, pembuatan BPJS secara personal lebih direkomendasikan, karena ada beberapa hal yang harus dipahami peserta BPJS. Jika dikolektifkan, maka peserta BPJS tak memahami cara penggunaannya.

“Kalau pun ada dari desa atau kecamatan yang datang itu hanya sebatas mengantarkan. Tetap saja warganya yang harus mendaftar. Itu juga sebagai langkah antisipasi pemalsuan kartu,” ucapnya.

Menurut Ina, setelah melakukan pendaftaran warga akan diminta untuk datang kembali 14 hari kemudian dan melakukan pembayaran. Setelah itu kartu BPJS bisa aktif dan mulai digunakan.

“Data peserta pun akan ada di data entry kami. Jadi jika ada temuan kartu palsu itu pasti saat akan digunakan. Kalau tidak ada di data kami, tentunya tidak akan bisa digunakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, menjadi peserta BPJS Kesehatan tidaklah rumit. “Di sini saja ada 100 orang lebih per harinya yang daftar. Asal ada keinginan urus sendiri, pasti bisa. Mungkin di kita ada kebiasaan ingin gampang urus sesuatu,” katanya.

Terkait antisipasi kejadian pemalsuan kartu, Ina mengaku selalu mengadakan sosialisasi ke setiap desa. Pihaknya pun akan terus meningkatkan pemahaman kepada warga mengenai fungsi dan tata cara pendaftaran BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Humas RSUD dr Slamet Garut Lingga Saputra, mengakui hingga kini pihaknya belum menemukan adanya temuan kartu palsu. Lingga berharap kasus tersebut tidak terjadi di Kabupaten Garut.

“Apalagi sistem yang digunakan BPJS Kesehatan itu sudah canggih. Nanti kan data pesertanya terlihat di komputer. Kami juga mencocokannya dengan Kartu Keluarga dan KTP,” kata Lingga.

Jika ada temuan kartu palsu, tambah Lingga, pihaknya tentu akan melaporkannya ke BPJS Kesehatan. “Terkait jumlah pasien BPJS yang berobat, rata-rata per harinya ada sekitar 600 pasien yang menggunakan BPJS untuk memeriksakan kesehatannya,” tukasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN