Hijaukan Kembali Hutan di Hulu Cimanuk, Perhutani Gandeng Swasta dan Masyarakat

CISURUPAN, (GE).- Perum Perhutani KPH Garut menyatakan, hingga kini, jumlah kerusakan hutan miliknya di kawasan Sub Das hulu Cimanuk mencapai seluas 1.073 hektare. Sejak dituding menjadi salah satu penyebab banjir bandang di Garut bulan September lalu, kini pihaknya mulai berbenah dan memperbaiki kerusakan hutan tersebut.

Menurut Administratur Perhutani KPH Garut, Dede MUlyana, dari ribuan hektare kawasan hutan yang rusak pihaknya telah melakukan penanaman seluas 288 hektare. “Jadi total yang sudah kami tanami kembali itu ada 288 hektare. Masih ada 785 hektare yang perlu diperbaiki agar kawasannya bisa kembali hijau,” ujar Dede usai melakukan penanaman, Selasa (29/11/ 2016).

Dede berharap semakin banyak masyarakat maupun perusahaan swasta ikut membantu program penanaman pohon. Dia mencontohkan bantuan dari mitra Perhutani yakni PT Arkana Marindo dan PT Multi Marmer Alam. Dari bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) itu, tutur Dede, ada 5,68 hektare lahan gundul yang bisa ditanam.


“Kami sudah melakukan penghijauan di Bayongbong, Leles, Cibatu, dan Cikajang. Semuanya merupakan daerah yang airnya bermuara ke Cimanuk. Ini sebagai langkah antisipasi akibat banjir bandang yang beberapa waktu lalu terjadi,” katanya.

Dede menyebut, Perhutani memiliki banyak mitra yang sudah bersedia ikut membantu melakukan penanaman. Adanya partisipasi dari berbagai pihak, bisa mempercepat program perbaikan kawasan yang rusak.

Ada 12 jenis pohon endemik yang ditanam di kawasan Papandayan. Di antaranya pohon alpukat, ki badak, nangka, manglid, hanja dan lainnya. Dede menyebut partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk merawat pohon yang telah ditanam.

“Minimal tidak merusak kawasan hutan. Terutama kawasan yang baru ditanami pohon. Kami harap ada kesadaran juga bagi semua kalangan untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Direktur PT Arkana Marindo dan PT Multi Marmer Alam, Djoni Tjakralaksana, menuturkan meski bukan perusahaan yang berasal dari Garut namun pihaknya turut peduli dengan perbaikan kawasan hutan di wilayah Garut. Apalagi Garut sempat dirundung musibah banjir bandang.

“Saya juga akan ajak pengusaha yang lain untuk memberikan bantuan perbaikan lingkungan di Garut. Masalah lingkungan ini harus menjadi perhatian semua pihak. Kami sebagai mitra Perhutani akan terus membantu program yang dijalankan,” kata Djoni.

Untuk penanaman pohon di Papandayan, lanjut Djoni, pihaknya menyiapkan sebanyak 3.400 pohon yang ditanam di lahan seluas 5,68 hektare. Pihaknya juga akan terus memberikan bantuan kepada Perhutani KPH Garut untuk menanam pohon di tempat yang membutuhkan.

“Harapan kami tentunya kawasan yang gundul bisa kembali hijau. Apalagi tadi saya dengar ada seribuan hektare lahan yang rusak. Jadi butuh dorongan juga agar kawasan hutan itu bisa hijau lagi,” ujarnya. (Slamet Timur).***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI