Hendak Diedarkan Saat Malam Tahun Baru, Ribuan Botol Miras di Garut Diamankan Polisi

GARUT, (GE).- Jajaran Polres Garut terus meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) dan berbagai barang narkotika lainnya. Rabu sore (14/12/2016) ribuan botol Miras kembali diamankan Polisi. Sebelumnya lima orang pengedar narkotika jenis ganja dan obat terlarang telah lebih dulu ditangkap.

Miras sebanyak itu diangkut dari salah satu perusahaan di Jalan Sukarno-Hatta Bandung dengan menggunakan sebuah mobil boks yang rencananya akan didistribusikan ke sejumlah toko yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Garut.

Kapolsek Tarogong Kidul, Komisaris Richard Latue, mengatakan truk box yang mengangkut ratusan dus miras itu diamankan petugas di kawasan Jalan Merdeka, Kelurahan Jayaraga, tidak jauh dari Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut. Aksi penangkapan truk boks tersebut dilakukan pada Rabu (14/12/2016).


“Sebelumnya, semalaman penuh tim Reserse Polsek Tarogong Kidul telah melakukan pengintaian di sekitar lokasi. Saaat disergap, sopir dan kernet truk tak bisa berbuat apa-apa karena petugas sudah mempunyai bukti-bukti kalau yang ada di dalam boks kendaraan tersebut adalah miras dari berbagai jenis dan merk,” ujar Richard.

Selain mengamankan mobil boks, pengemudi dan kernet, serta 151 dus miras yang ada di dalam kendaraan, dikatakan Richard, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah nota dari dalam mobil. Nota tersebut di antaranya berisi jumlah serta jenis miras yang ada di dalam mobil serta toko yang menjadi tujuan pengiriman miras.

“Ada sejumlah toko yang rencananya akan jadi tujuan pengiriman miras tersebut. Toko-toko tersebut berada di wilayah dua kecamatan di kawasan perkotaan Garut, yaitu Garut Kota dan Tarogong Kidul. Kita juga akan memanggil dan memintai keterangan dari pemilik toko yang akan dikirimi miras tersebut,” katanya.

Diakui Richard, selam ini tingkat perdaran miras di wilayahnya memang terbilang tinggi. Hal ini telah banyak menimbulkan keresahan warga skarena pengaruh negatif yang ditimbulkannya. Maraknya peredaran miras di wilayah hukumnya tersebut, menurut Richard ada kaitannya dengan banyaknya tempat-tempat hiburan malam.

hal ini patut diwaspadai apalagi menjelang perayaan tahun baru dimana biasanya pesta-pesta miras marak dilakukan. Richard menambahkan, dengan kondisi peredaran miras yang sudah mengkhawatirkan di wilayah Kecamatan tarogong Kidul tersebut, dirinya sudah memerintahkan anggotanya agar lebih meningkatkan intensitas patroli dan razia.

Richard juga menandaskan, untuk pengedar miras terancam hukuman kurungan paling sebentar enam bulan dan denda maksimal Rp 50 juta. Penegakan hukum dengan tegas ini diharapkan bisa menimbulkan efek jera sehingga dengan sendirinya peredaran miras akan menurun.(Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI