Heboh, Kelompok Gafatar Hilangkan Warga Garut?

KOTA, (GE).- Dalam beberapa hari terakhir warga Garut dihebohkan dengan munculnya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang disebut-sebut ada di Garut. Bahkan sejumlah warga Garut dikabarkan hilang gara-gara kelompok ini.

Dari nformasi yang dihimpun ‘GE’, dalam beberapa hari terkahir sedikitnya ada tiga orang warga Garut yang dikabarkan hilang. Hilangnya tiga warga Garut ini diduga terkait dengan Gafatar. Ketiga warga Garut itu dilaporkan hilang sejak tanggal 28 Desember 2015 lalu.

Adapun ketiga warga Garut yang dilaporkan hilang yakni Winarti (42) beserta kedua anaknya Sri Putri Rahma (17) dan Andi Permana (10). Kecurigaan Winarti mengikuti Gafatar setelah suaminya, Heriyadi Atmajaya menemukan sejumlah tulisan terkait Gafatar dalam sebuah buku yang dia temukan di rumahnya.

Heriyadi mengaku, dirinya telah melaporkan hilangnya tiga anggota keluarganya ke pihak Polda Jabar, Selasa (11/1/2016). Ketiga anggota keluarga yang tak lain isteri dan dua anaknya tersebut merupakan warga Kampung Talun, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.

“Ya, saya sudah lapor ke Polda Jabar. Saya mulai diperiksa pukul 08.00 dan baru selesai pada pukul 16.30 WIB,” ujar Heriyadi, Selasa (11/1/2016).

Sejak dinyatakan hilang hingga saat ini, diakui Heriyadi dirinya sama sekali belum menerima kabar dari isterinya. Diapun telah berusaha mencari ke berbagai tempat akan tetapi nihil. Ia mengaku berkali-kali menghubungi isterinya melalui telepon akan tetapi telepon isterinya tak pernah aktif. Selama ini, Heriyadi tinggal dan bekerja di Jakarta sedangkan isteri dan kedua anaknya tinggal di Garut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Asep Suparman, menyebutkan jika organisasi Gafatar memang ada di Garut, bahkan sempat melakukan registrasi di kantornya. Tidak hanya itu, organisasi Gafatar pun sempat beberapa kali menggerlar kegiatan di Garut karena memang terdapat Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK)-nya.

“Gafatar ini memang ada di Garut, hanya dari kemarin saya mencoba mengontak pengurusnya ga pernah nyambung,” kata Asep.

Diakuinya, saat Gafatar melaksanakan kegiatan di Garut, secara langsung dirnya pernah mendatangi kegiatan yang dilaksanakan di salah satu radio . Namun saat itu ia datang karena melihat Gafatar sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan pertanian.

“Saat itu yang melaksanakan adalah pengurus Gafatar tingkat provinsi dan juga pengurusnya yang ada Garut. untuk Garut Gafatar ini memang memiliki sejumlah pengurus dan juga anggota, namun kami tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah anggotanya,” ucapnya.

Asep mennjelaskan, dengan adanya kasus yang mencuat yang berkaitan dengan organisasi Gafatar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak intelejen. Hal tersebut dilakukan karena mengingat ada kemungkinan yang melakukan penyimpangan adalah anggotanya karena belum adanya keterangan resmi dari organisasi pusat.

“Mungkin saja memang oknum anggota yang melakukan atau mungkin juga terkoordinir oleh organisasi sehingga belum jelas. Tapi saat ini memang sudah ada peringatan dari pusat terkait organisasai Gafatar ini,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang mantan pengikut Gafatar asal Bandung mengaku, Gafatar adalah kelompok yang dideklarasikan pada tanggal 21 Januari 2011, dengan ketuanya Mahful M Tumanurung.

“Nih saya jelaskan, Gafatar adalah suatu komunitas pengganti KOMAR(Komunitas Millah Abraham),yang sudah lama dibubarkan karena sesat oleh MUI Depok beberapa tahun lalu, ” tandasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN