Hebat! Ketua MKKS SMP di Garut Berhasil Bantu Polisi Tangkap Pemeras Kepala Sekolah

KOTA, (GE).- Tiga orang pelaku pemerasan terhadap kepala sekolah berhasil diamankan Polsek Garut Kota. Mereka diamankan Polsek Garut Kota setelah memeras Kepala SMPN 3 Cisewu. Tertangkapnya tiga orang pemeras kepala sekolah tersebut tak lepas dari peran aktif Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Menurut Ketua MKKS SMP Garut, R. Yusuf Satria Ghautama, penangkapan tiga orang tersangka pemerasan ini berawal dari laporan Kepala SMPN 3 Cisewu yang mengaku terintimidasi oleh ancaman tersangka. Ketiganya mengaku pengurus salah satu partai politik besar dan staf ahli kementrian.

Kemudia ketiganya kerap datang ke sekolah untuk meminta uang sebagai jasa pencairan dana bantuan rehab ruang kelas. Kepada korban, kata Yusup, tersangka minta uang sejumlah Rp. 25 juta. Namun permintaan itu tidak digubris oleh korban.

Namun, lanjut Yusuf, para tersangka terus menelor dirinya. Bahkan mengancam akan menyeret permasalahan ini ke ranah hukum. Karena tidak mau ambil pusing, ketiga tersangka diberi uang hanya sekedar pengganti bensin karena mereka mengaku datang langsung dari Jakarta.

Selang beberapa hari, tersangka malah datang lagi dan meminta uang dengan jumlah yang cukup besar. Saat itu korban mengaku kebingungan. Akhirnya ia memutuskan untuk mengadukan permasalahan ini dengan MKKS.

Sejak itu, Ketua MKKS berkoordinasi dengan Kepolisian. Maka dirancanglah rencana penangkapan tiga pelaku.

“Saat itu tiga tersangka disanggupi akan diberikan sejumlah uang yang diminta di sebuah tempat yang telah direncanakan. Saat itu, seorang anggota Polisi menyamar jadi seorang guru dan ikut terlibat dalam transaksi. Saat uang itu sudah diterima. Ketiganya langsung diamankan di Polsek Garut Kota,” kata Yusuf kepada “GE”, Sabtu (10/9/2016) di Mapolsek Garut Kota.

Yusuf mengimbau kepada kepala sekolah lainnya agar tidak takut menghadapi intimidasi yang ujung-ujungnya melakukan pemerasan. MKKS siap membantu jika suatu saat ada kasus serupa.

Yusuf menandaskan, kasus serupa bukan yang pertama kali terjadi di Garut. Bahkan banyak kepala sekolah yang menjadi korban. Namun baru kali ini pemeras kepala sekolah ini berhasil diamankan berkat kerjasama denga kepolisian.

“Sudah sewajarnya saya sebagai Ketua MKKS merelakan tenaga dan pikiran untuk membantu kepala sekolah. Saya siap pasang badan jika ada kasus serupa menimpa kepala sekolah lainnya,” ujar Yusuf.

Sementara itu Kepala SMPN 3 Cisewu, Abdul Aziz, yang menjadi korban pemerasan mengaku lega setelah dalam sebulan belakangan ini kerap menerima intimidasi dari ketiga orang yang mengaku staf ahli dan pengurus partai tersebut. Ia berharap kasus yang dialaminya tak lagi menimpa kepala sekolah yang lain.

Aziz menceritakan kronologis pemerasan bermula saat sekolah yang dipimpinnya menerima bantuan dari Dinas Pendidikan Garut. Setelah dirinya mengikuti bimbingan teknis ketiga orang tersangka ini datang ke sekolah dan mengaku jika mereka yang telah mengusung bantuan itu bisa dicairkan.

Menurut Aziz, sempat terjadi perdebatan namun dirinya tak mau ambil pusing. Akhirnya ia memberikan uang untuk sekadar mengganti bensin. Karena mereka mengaku dari Jakarta.

Namun, kata Aziz, selang beberapa hari mereka datang lagi dan memaksa minta bagian dari hasil kerja mereka yang telah mengusung bantuan itu cair. Karena saya sudah jemu akhirnya minta bantuan Ketua MKKS dan mereka pun akhirnya ditangkap.

Sampai berita ini belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. Pasalnya, Kapolsek Garut Kota sedang tidak ada di tempat. (Farhan SN)***