Hebat! Kades Jayaraga Pimpin Langsung Distribusi Gas 3 Kg

TARKID, (GE).- Langkah nyata dilakukan Kepala Desa Jaya Raga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut untuk mengatasi kelangkaan gas 3 Kg. Tanpa ragu-ragu, ia terjun ke lapangan untuk mengkondisikan kelangkaan gas 3 Kg di wilayahnya.

Selasa (14/6/2016), warga Jayaraga berbondong-bondong membeli gas 3 Kg yang disediakan oleh pihak Desa Jayaraga. Bahkan, pihak desa menjaual gas 3 Kg kepada warga jauh di bawah harga pasaran saat ini.

“Alhamdulilah saya bisa membeli gas 3 Kg dengan harga murah. Saya beli di sini Rp 16 ribu. Padahal kalau beli di warung harganya mencapai Rp 25 ribu,” ujar Omen (42), saat ditemui di Balai Desa Jayaraga.

Sementara itu, Kepala Desa Jayaraga, Kusna, mengatakan pendistribusian secara langsung dilakukan setelah menerima laporan sejumlah warga yang sulit memperoleh gas 3 Kg. Kebetulan, kata Kusna, di Desa Jayaraga ada salah satu agen gas yaitu Asgaraya. Untuk mengatasinya ia bekerjasama dengan agen gas tersebut untuk menyalurkan gas 3 Kg kepada masyarakat secara langsung.

“Operasi seperti ini akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan gas di jayaraga. Saya akan berupaya sekeras mungkin untuk menjamin ketersediaan gas di wilayah hukum saya,” ungkapnya.

Dari pihak Asgaraya sendiri, Drs. H. Surahmat, mengatakan ketersediaan gas sebenarnya normal seperti hari-hari biasanya. Namun karena ada pembelian di luar kuota maka stok gas cepat habis.

Dirinya berjanji akan terus membantu pihak desa untuk menjamin ketersediaan gas 3 Kg. Bahkan dirinya pun mematok harga penjualan saat operasi pasar bersama Desa Jayaraga Rp 16 ribu. Harga tersebut jauh dari pasaran yang mematok Rp 25 tiap tabungnya.

Langkah konkrit yang dilakukan Kades Jayaraga dan Asgaraya mendapat apresiasi positif dari tokoh masyarakat Jayaraga. Dr. H. Syakur Amin menyampaikan apresiasiatas atas langkah Kades Kusna tersebut.

“Upaya taktis dari serorang pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Dengan memaksimalkan potensi yang ada diwilayah desa. Sebenarnya rakyat butuh pemimpin yang memberikan solusi dan inovatif, semoga langkah ini bisa ditiru oleh kades atau pemimpin lain,” ujarnya. (Farhan SN)***