Hati-hati! Grup Facebook Jual Beli di Garut Dipantau Polisi

KASAT Reskrim Polres Garut, AKP. Hairullah, saat melangsungkan sesi wawancara bersama sejumlah wartawan di Mapolres Garut, Kamis (18/5/2017).*

GARUT, (GE).- Sejumlah Grup Facebook jual beli saat ini sedang dalam pantauan ketat Polres Garut. Maklum saja, dalam beberapa grup menjadi pelapak berbagai jenis motor yang tak dilengkapi surat-surat kendaraan.

“Sementara ini kami telah mengamkan 38 unit kendaraan roda dua dari hasil operasi kami di beberapa grup facebook yang berlokasi di Garut. Saat ini kami terus mengembangkan kasus ini dan kemungkinan jumlah pengedar dan penadahnya akan terus bertambah,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP. Hairullah, di Mapolres kepada Wartawan, Kamis (18/5/2017).

Menurut Harirullah, saat ini sejumlah anggotanya telah bergabung dengan grup facebook yang menjual belikan motor tanpa surat menyurat. Apa lagi, katanya, ada beberapa pemetik yang langsung menjualnya melalui grup facebook jual beli.


Hairullah merinci, beberapa grup facebook yang sedang dalam pantauannya antara lain forum jual beli motor garut, forum jual beli di garut, jual beli di garut dan ada beberapa grup facebook lainnya yang dicurigai dijadikan lapak jual beli kendaraan tanpa surat-surat. “Masih ada beberapa grup facebook jual beli lainnya yang sedang kami awasi. Beberapa orang anggota telah bergabung dan terus melakukan pemantauan,” ungkapnya.

Hairullah mengimbau agar masyarakat tak tergoda dengan iming-iming kendaraan murah dengan kualitas bagus. Padahal kendaraan tersebut hasil curian. Pasalnya, menurut dia, penadah dan pengedar sama akan dikenakan hukuman.

“Jadi jangan sekali-kali membeli kendaraan yang tak dilengkapi surat-surat. Apa lagi dijual secara online di grup facebook,” imbaunya.

Masih menurut Hairullah, bagi warga yang merasa kehilangan kendaraan, agar segera datang ke Mapolres Garut. Pasalnya saat ini Polres telah mengamkan 38 kendaraan yang dicurigai hasil pencurian dan dipasarkan di grup facebook.

“Asal membawa kelengkapan kendaraan saya jamin warga sudah bisa membawa pulang kembali kendaraannya tanpa dipungut biaya sepeserpun. Kalau ada oknum anggota yang berani meminta bayaran silahkan laporkan ke Div Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan),” pungkasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI