Hasil UKG Bervariasi, Disdik Garut Gulirkan Program Guru Pembelajar

DISDIK, (GE).- Tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Guru (UKG), dinas pendidikan di semua kabupaten melaksanakan program guru pembelajar, termasuk di Kabupaten Garut. Penanggung jawab program, Dra. Hj. Lilis Mutiroh, M.Si., menjelaskan, program guru pembelajar saat ini baru ke dalam tahap pelatihan guru IN (Instruktur Nasional), diklat ini selama 10 hari diselenggarakan oleh P4TK sesuai dengan mata pelajaran.

“Kita hanya menyiapkan dan memanggil guru guru yang masuk ke IN saja, tapi sebagai pantia dari P4TK, sekarang hanya SD kelas atas (guru yang mengajar kelas 4,5 dan 6) dan kelas bawah (guru yang mengajar kelas 1,2 dan 3),” ujar Lilis.

Program guru pembelajar adalah program dari kementerian sejak tahun 2016 pascaUKG. Hasil UKG bervariasi, guru itu ada level levelnya, sampai saat ini dirjen GPK ada 4 level, levelnya adalah guru yang harus mengikuti pembelajaran tatap muka. Kemudian mengikuti kombinasi daring, yang mengikuti daring dan IN. Sekarang baru ke tahap IN dan itupun belum semua.

“Kami MOU-nya dengan 12 P4TK sesuai dengan mapel yang ada, untuk membelajarkan guru, karena guru sekarang itu harus pintar. Tidak boleh ada guru dengan level dibawah, semua harus guru minimal levelnya harus 80, tahun 2019 Kompetensi Capaian Minimal (KCM) guru itu harus 80.” Jelasnya.

KCM guru tahun 2015 hanya 5,5, tahun 2016 6,5 dan 2017 KCM nya harus 7, tahun 2018 harus 7,5 dan tahun 2019 harus 8,0. Makanya sekarang imbas dari UKG itu guru dipanggil PLPG untuk sertifikasi, setelah mengikuti PLPG guru tersebut harus jadi 8,0 nilainya.

PLPG itu konteksnya beda namun tujuannya sama, di satu sisi untuk mendapatkan sertifikat pendidik, disatu sisi mendapatkan sertifikat guru pembelajar, namun ada sertfikatnya juga kaitan dengan nilai raport, untuk mereka yang lulus IN akan menjadi mentor, menjadi mentor tatap muka, mentor daring, mentor kombinasi.

Lilis menambahkan, kalau IN lebih lama selama 10 hari mengikuti pembelajaran karena akan jadi mentor, semua guru wajib jadi guru pembelajar. Guru yang nilai UKGnya bagus juga harus mengikuti IN, yang bagus itu ke Grade/Level IN kalau pelatihan guru pembelajarnya lulus.

“Tidak menutup kemungkinan UKG itu nilainya bagus tapi guru tidak siap menyampaikan ilmunya ke guru yang lain. Kalau dia tidak lulus dia tidak akan menjadi mentor.” Pungkasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN