Hasil Tes Urin Narkoba Tahun 2015 PNS Garut Negatif

TARKID, (GE).- Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Anas Saepudin, mengaku jika angka lima persen PNS yang terindikasi narkoba cukup besar. Namun selama ini BNNK belum pernah menahan atau merehabilitasi PNS yang memakai narkoba.

“BNNK tidak memiliki data berapa jumlah PNS yang terlibat narkoba. Kami tak berani keluarkan pernyataan jika tak ada data valid,” ujar Anas di Kantor BNNK Garut, Jalan Patriot, Rabu (17/2).

Menurut Anas, untuk bisa membuktikan seseorang menggunakan narkotika harus dilakukan dengan tes urine. Hasil dari tes urine pun belum final karena harus melalui uji laboratorium terlebih dulu.

Sepanjang tahun 2015, lanjut Anas, pihaknya telah memeriksa 400 orang PNS. Dari hasil tes memang diindikasikan empat di antaranya positif. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, zat adiktif di tubuh keempatnya karena penggunaan obat sesuai resep dokter.

“Siapapun yang menggunakan narkoba akan ditindak tegas, baik itu sipil, PNS, TNI, Polri. Untuk tahap awal harus dilakukan penyelidikan, penyidikan kemudian proses penangkapan, ” katanya

Anas menambahkan, pihaknya tidak bisa mengeluarkan data otentik jumlah warga Garut yang menjadi pengguna narkoba. Pihaknya hanya bisa mengeluarkan data perkiraan karena untuk data otentik harus berdasarkan hasil tes yang valid.

“Dari perkiraan data yang ada yaitu 2,18 persen dari total penduduk garut. Jika penduduk Garut 2,5 juta jiwa usia produktifnya, maka diperkirakan ada 50.000 jiwa yang menggunakan narkoba, tapi itu angka kewaspadaan saja,” ucapnya.

Saat ini, tutur Anas, sebanyak 128 orang pengguna narkoba tengah menjalani rehabilitasi yang dipusatkan di tiga lokasi yaitu RSU dr Slamet, Puskesmas Siliwangi dan Puskesmas Cipanas yang sifatnya rawat jalan. Jika sudah masuk kategori berat maka harus menjalani rawat jalan di Bandung.

Selama melakukan tes urine pada 2015, kata Anas, tidak ada PNS, TNI dan Polri yang terindikasi memakai narkotika. Pihaknya juga telah mengungkap satu jaringan peredaran narkoba yang terdiri dari lima orang.

“Barang buktinya berupa 1,65 kilogram ganja. Kami menangkap jaringan tersebut di Garut Selayan. Diperkirakan ganjanya asal Aceh,” ujarnya.

Sementara untuk pengguna perseorangan, tambah Anas, terdapat lima orang dengan barang bukti sabu dan ganja. Pihaknya pun bertekad pada tahun ini untuk terus menyosialisasikan bahaya penggunaan narkotika kepada masyarakat. Farhan SN***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN