Hasil Operasi KTMDU 2016, 25% Ranmor di Garut Belum Bayar Pajak

PEMKAB, (GE).- Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Cabang Pelayanan Garut, pada triwulan ke empat ini kembali melakukan operasi Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di wilayahnya. Berdasarkan catatan, 90 ribu kendaraan bermotor (Ranmor) di Garut belum melakukan pembayaran pajak dengan berbagai alasan.

Kepala Cabang Pelayanan Dispenda Provinsi Wilayah Garut, H. Mochamad Eri Ruyani mengatakan jika dari keseluruhan kendaraan bermotor (ranmor) di Garut 25 persen diantaranya belum melakukan pembayaran pajak oleh pemiliknya. Banyak faktor yang menyebabkan belum dilakukannya pembayaran pajak kendaraan bermotor oleh sang pemilik.

“Salah satu hal yang kita lakukan untuk agar pemilik kendaraan membayar pajak yaitu dengan melakukan operasi KTMDU di sejumlah titik di Kabupaten Garut ini. Ini merupakan operasi kami di triwulan ke empat dan di triwulan ke satu hingga tiga kemarin pun kami melakukan operasi serupa dengan target minimal 30 persen dari 90 ribu kendaraan itu membayar pajak,” ujarnya, Rabu (24/8/ 2016).

Dalam pelaksanaan operasi sendiri pihaknya melibatkan unsur gabungan TNI dari Detasemen Polisi Militer, Polri, Dishub dengan jumlah personil yang dilibatkan 100 orang. Kemarin sendiri dilakukan operasi di dua titik, yaitu wilayah Tarogong Kidul bunderan SMKN 2 Garut dan kawasan Muara Sanding wilayah Kepolisian Sektor Garut Kota.

“Dari 90 ribu kendaraan yang belum membayar pajak itu, 95 persen diantaranya merupakan kendaraan bermotor roda dua dan sisanya kendaraan roda empat atau lebih. Saat dilakukan operasi memang alasan mereka belum membayar pajak karena tidak memiliki uang, BPKBnya ada di leasing, ada juga karena sengaja melakukan keterlambatan pembayaran, bahkan ada juga yang mengaku kendaraannya hilang dicuri,” katanya.

Pola lain yang digunakan selain operasi KTMDU, sebut Erry, pihaknya pun bekerjasama dengan sejumlah Polsek melalui Babinkamtibmas untuk mendatangi pemilik kendaraan yang belum membayar pajak. Kedatangan anggota Babinkamtibmas sendiri ia pastikan hanya untuk mengingatkan agar segera melakukan pembayaran, tidak untuk mengambil kendaraannya.

“Dalam undang-undang memang tidak ada yang isinya boleh mengambil kendaraan dari pemiliknya yang belum membayar pajak, kecuali undang-undang atau aturan yang mengaturnya membolehkan. Dan saat operasi pun kami ada Samsat Gendong dimana bisa melakukan pembayaran pajak tahunan dan dilakukan pengeprinan langsung di sekitar lokasi operasi KTMDU,” ucapnya. (Tim GE)***