Hari Pertama Pelaksanaan UNBK di SMKN 9 Garut Terkendala Matinya Aliran Listrik

MESKI sempat terganggu akibat beberapa kali aliran listrik mati, pelaksanaan UNBK hari pertama di SMKN 9 Garut, Jawa Barat, terus berlajut, Senin (3/4/17). Para siswa pun tetap fokus mengerjakan soal-soal yang terpampang di layar komputer masing-masing. (Farhan SN/GE)***

GARUT, (GE).- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMKN 9 Garut, Jawa Barat, langsung menuai masalah. Selama pelaksanan ujian, sedikitnya lima kali aliran listrik terputus. Akibatnya, konsentrasi para siswa peserta UNBK menjadi terganggu.

Menurut Ketua Komite SMKN 9  Garut, Ade Suherman, terputusnya aliran listrik ke ruang ujian terjadi pada pelaskaan sesi pertama sebanyak empat kali, dan pada sesi ketiga satu kali.

“Mati listriknya beberapa kali, tidak lama, kemudian hidup lagi. Ttapi masalah ini tentunya mengganggu konsentrasi siswa,” kata Ade.
Ade menuturkan, persoalan mati listrik pada pelaksanaan ujian nasional itu baru pertama kali terjadi. Tahun lalu, tidak terjadi gangguan padam listrik.
Pihak sekolah, kata Ade, sebelumnya sudah melakukan uji coba. Selama percobaan tidak ada persoalan. Tetapi ketika hari pelaksanaan ujian, justru aliran listrik mati.


“Saya dari komite berharap persoalan listrik ini menjadi perhatian PLN. Jangan sampai listrik padam saat ujian, karena akan mengganggu peserta ujian,” katanya.

Wakil Kepala SMKN 9 Garut Bidang Akademik, Firman Sulaeman Alamsyah, membenarkan kasus tersebut. Persoalan itu, menurut Firman, kemungkinan karena berkurangnya pasokan daya listrik di Garut, sehingga terjadi pemadaman di sekolahnya. Bahkan beberapa sekolah lainnya.

“Mungkin karena serempak menggelar ujian, jadi listrik mati,” katanya.

Ia berharap, permasalahan listrik  menjadi perhatian PLN untuk mengantisipasinya agar siswa tetap melaksakan ujian dengan tenang dan nyaman tanpa gangguan mati listrik. Seharusnya, tandas Firman, pihak PLN menyiagakan petugas berikut peralatan listriknya di setiap sekolah, termasuk SMKN 9 Garut.

“Harus ada petugas yang menangani listrik, PLN sediakan peralatan di sini agar bisa efisien,” katanya.

Firman menambahkan, SMKN 9 Garut sudah dua kali melaksanakan UNBK dengan ditopang fasilitas komputer sebanyak 140 unit. Sedangkan jumlah peserta ujian sendiri hanya sebanyak 388 siswa.

Seluruh peralatan, kata Firman, sudah memenuhi peryaratan UNBK, Bahka pihaknya memasang alat penyimpanan data otomatis. Sehingga data tetap tersimpan meskipun terjadi mati listrik.

“Beruntungnya kita sudah pasang penyimpanan data otomatis sehingga ketika mati listrik data-data yang sudah dikerjakan siswa tetap tersimpan, dan siswa kembali melanjutkan ujiannya,” terangnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI