Harga “Si Melon” Melambung, Pasokan di Tingkat Pengecer Dibatasi

KOTA,(GE).- Gas ukuran 3 Kg kembali “bikin ulah,” di beberapa wilayah Kabupaten Garut harga jual “Si Melon” kembali membuat pusing warga. Untuk mengatasi melambungnya harga jual di tingkat pengecer, pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan membatasi pasokan.

Kebijakan tersebut diharapkan bisa mengubah alur distribusi ke masyarakat. Demikian diungkapkan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Garut Sobur Kuswandar, Rabu (5/9/2016).

“Dengan demikian, masyarakat yang biasanya membeli elpiji ke warung atau pengecer, sekarang bisa melakukan pembelian elpiji 3 kg langsung ke pangkalan,” tutur Sobur.


Pembatasan ini pun membuat pasokan elpiji 3 Kg ke pangkalan ikut dikurangi. Biasanya satu pangkalan di Garut bisa mendapat pasokan elpiji 3 kg lebih dari 200 tabung per hari.

“Sekarang pasokan elpiji 3 kg ke pangkalan itu maksimal 200 tabung. Kebanyakan pangkalan justru hanya dipasok kurang dari 200 tabung, karena mereka diwajibkan menjual elpiji ke masyarakat langsung, bukan ke warung-warung lagi. Batasan berapa pasokan harian ini, dikembalikan dengan jumlah penduduk di sekitar pangkalan,” jelasnya.

Menurut Sobur, kebijakan itu ditengarai oleh maraknya penjualan elpiji subsidi di masyarakat dengan harga jual lebih dari Rp20.000 per tabung. Mahalnya harga elpiji subsidi ini diperburuk dengan kerap kosongnya pasokan ke masyarakat.

“Makanya agar menanggulangi masalah itu, dibuatlah kebijakan pembatasan ini. Tujuannya agar masyarakat kecil bisa mudah mendapat elpiji dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” ucapnya.

Pemerintah sendiri menetapkan harga jual elpiji bersubsidi di tingkat agen sebesar Rp14.500 per tabung. Sementara di pangkalan, elpiji dapat dibeli dengan harga Rp16.000 per tabung.

“Saya mengingatkan agar setiap pangkalan di Kabupaten Garut, selalu melayani masyarakat yang melakukan pembelian langsung. Pangkalan sekarang tidak lagi diwajibkan untuk memasok ke pengecer. Bila ada pangkalan yang tidak melayani, laporkan kepada kami untuk ditindaklajuti. Biasanya akan ada sanksi untuk yang seperti ini,” tegasnya.

Terkait kelangkaan pasokan elpiji 3 kg, Sobur membantah hal tersebut. Ia menyatakan pasokan elpiji bersubsidi ke Kabupaten Garut normal di setiap harinya.
“Jumlahnya (elpiji) banyak, tidak ada kekosongan karena terus dipasok setiap hari, kecuali hari libur dan hari-hari besar.” Tukasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI