Harga Gula Merah Melambung, Pengusaha Dodol Garut Bingung

SALAH seorang pegawai pabrik dodol di kawasan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat ini hanya bisa bekerja membersihkan peralatan untuk memasak dodol. Dalam dua pekan terakhir di kawasan ini sejumlah pengusaha dodol Garut terpaksa menghentikan produksinya akibat dari kenaikan harga gula merah yang signifikan. Rabu (11/05/2016)./Niken/'GE'

CILAWU,(GE).- Sudah memasuki dua pekan ini, sejumlah pabrik dodol di Garut, Jawa Barat, berhenti produksi. Kondisi ini merupakan reaksi bingung beberapa pengusaha dodol terkait harga gula merah yang terus melambung. Dampak dari penghentian produksi ini, beberapapengusaha dodol terpaksa harus ‘merumahkan’ sejumlah karyawannya.

Sejak melambungnya harga gula merah ini, omzet penjualan dodol ditenggarai menurun hingga 50 persennya. Dari pantauan ‘GE’ di sentra pabrik dodol kawasan Cilawu misalnya, salah satu perusahaan dodol berlabel Jaya Rasa yang berlokasi di Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, sejak dua pekan terakhir ini, pabrik ini menghentikan produksinya secara tottal.

Dedi Kuswandi, salah seorang pengusaha dodol Garut mengakui, kondisi ini dipicu akibat kenaikan salah satu harga bahan baku dodol yakni gula merah. Saat ini harga gula merah ini ada di kisaran RP 14.000 rupiah per kilogramnya.

“Dengan kondisi seperti ini tentu kami bingung. Ya, terpaksa untuk sementara produksi saya hentikan. Dan pegawaipun saya rumahkan,” keluhnya, beberapa hari yang lalu.

Diungkapkannya, bila dalam kondisi normal, tiap harinya di pabrik ini bisa menghasilkan produksi hingga 3,5 ton hasil olahan cemilan khas kota Garut ini.  Namun saat ini hanya mampu memproduksi kurang dari 1 ton saja.

Saat ini, beberapa pengusaha dodol di kawasan Cilawu hanya bisa pasrah. Sejumlah pengusaha rumahan ini berharap agar pemerintah segera memberikan solusi terkait melambungnya harga gula merah tersebut. (Niken)***