Harga Gula Melambung, Sekali Datang di Pasar Langsung Diserbu Konsumen

CIAWITALI, (GE).- Ditengah tingginya harga gula pasir yang mencapai Rp 15.000 per kilogram membuat limbung konsumen. Kedatangan gula dari Lampung ke pasar induk Guntur Ciawitali Garut langsung diserbu konsumen. Khususnya para pengrajin dodol, dengan melambungnya harga gula ini sangat berdampak, bahkan beberapa pengusaha diantaranya menghentikan produksinyasinya.

Setelah sebelumnya kehabisan stok selama dua pekan terakhir mengakibatkan harga gula di pasar Guntur Ciawitali Garut melonjak hingga mencapai Rp. 15. 000,- per kilogram dari semula yang hanya berkisar Rp 12.000,- per kilogram. Musim panen yang belum tiba pada produsen penghasil gula yang biasa melakukan pengiriman barang ke daerah Garut menjadi salah satu penyebab tingginya harga gula.

Ahmad Wahyudin yang merupakan Kasubag TU Pasar Guntur Ciawitali Garut, mengatakan dalam dua pekan terakhir harga gula pasir naik signifikan.

“Cirebon merupakan salah satu pemasok gula pasir ke Garut. Nah, saat ini belum panen. Sehingga pasokan gula pasir kita datangkan dari Sumatra dan Lampung perjalanan. Saat ini di beberapa pengepul memang kekosongan stok hampir 50 persen.” Ungkapnya.

Para pengusaha dodol adalah salah satunya yang terdampak dari kenaikan harga gula ini. Sejumlah pengusaha penganan khas Garut di kawasan Cilawu mengaku sudah sejak beberapa pekan ini menghentikan produksinya gara-gara harga gulan yang tak terkendali.

“Ya kita sudah tiga mingu tidak produksi akibat harga gula yang melambung ini. Naiknya harga gula ini juga sangat tinggi. Ya, mungkin kalo gula terus naik mah, ya sepertinya tidak akan memproduksi meskipun menjelang Bulan Ramadhan atau Idul fitri. Kami harap pemerintah segera menstabilkan harga gula ini,” tutur Hendi, salah seorang pengusaha dodol Garut di kawasan Cilawu, Minggu (15/05/2016). (Idrus Andriawan)***