Harga Cabai Melambung, Petani Putar Otak

TARKA, (GE).- Dalam sepekan terakhir harga cabai di beberapa pasar cukup tinggi sehingga membuat konsumen kelimpungan. Selain konsumen, akibat tingginya harga sayuran pedas ini pun membuat petani, khususnya di kawasan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut memutar otak untuk mensiasati bagaimana tanamannya tidak terserang hama.

Rizal, salah seorang petani cabai di kawasa Tarogong Kaler belakangan lebih intensif dalam merawat tanaman cabainya. Salahsatunya dengan cara melakukan penyemprotan yang lebih dari biasanya, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi wabah hama yang kerap menyerang tanaman cabai.

Saat ini harga cabai jenis ‘TW’ di tingkat petani harganya ada dikisaran Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogramnya. Sementara untuk harga dipasaran dibanderol Rp 40.000 per kilogram. Dengan harga pasaran yang cukup tinggi saat ini,tentunya petani diuntungkan. Terlebih dengan menanam cabai ini petani bisa memanen 6 hingga 8 kali dalam sekali masa tanam

“Ya, tentu dengan harga cabai yang tinggi seperti saat ini, petani diuntungkan. Dengan catatan prduknya bagus. Untuk membuat hasil panen yang baik kita harus ekstra merwatnya. “Ungkapnya. Selasa (12/01/2016)

Dikatakannya, cabai dari beberapa sentra pertanian di Garut, selain dipasarkan di pasar lokal, juga didistribusikan ke beberapa kabupaten/ kota di kawasan Jawa Barat lainnya, seperti Bandung, Bogor hingga Jabotabek. (Idrus Andriawan)***