Harga BBM Turun, Pengusaha Mengaku Tekor

KOTA, (GE).- Per 5 Januari 2016 secara resmi pemerintah pusat telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Bagi masyarakat konsumen penurunan yang hanya beberapa digit dari harga sebelumnya ini tampaknya disambut dingin saja.

“Ah, teu sabaraha lungsur oge, teu patos ngaruh,” tutur, Dadang (40) salah seorang warga di kawasan Garut kota.

Namun beberapa pengusaha BBM di Garut mengaku tekor atau merugi jutaan rupiah akibat penurunan harga ini. Mereka mengaku rugi karena selisih harga dari stok barang yang dibeli dengan harga awal.

Seperti diketahui, pemerintah pusat menurunkan harga BBM untuk sejumlah produknya, semisal harga gas elpiji ukuran 12 kg, semula dijual dengan harga Rp. 135.500 per tabung, kini menjadi Rp. 129.700 per tabung.

Sementara itu, sejumlah agen penjualan gas elpiji justru mengeluh dengan adanya penurunan harga ini. Kerugian ini diakui pengusaha elpiji akibat stok dagangannya dibeli dengan harga lama, sementara menjual harus dengan harga baru.

“Ya otomatis itumah, kita harus menjual dengan harga baru. Mau tidak mau kita harus ikuti ketentuan pemerintah. Yah yang namanya tekor atau rugi itu sudah resiko dalam usaha,” tutur Sobur, salah seorang pemilik pangkalan gas di kawasan Simpang lima, Garut. (Idrus Andriawan)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN