Hanya Sempat Menyerukan “Allahu Akbar!”, Juwaedah pun Tewas Tertimbun Longsor

CAMAT Cihurip, Asep Harsono, saat melayat ke rumah korban longsor Cipari, Juwaedah (55), Sabtu (17/3/17) malam. Tampak mayat korban masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya korban dikebumikan Minggu (19/3/17) pagi. (Foto : Istimewa)***

GARUT, (GE).- Musibah longsor kembali terjadi di kawasan Garut Selatan, Sabtu (18/3/17) sekira pukul 16.00 WIB. Kali ini musibah longsor yang menelan korban jiwa terjadi di Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Informasi awal yang masuk ke meja redaksi “GE”, longsor terjadi di dua lokasi, di Kampung Sarongge yang menelan korban jiwa sebanyak 3 orang.

Namun, informasi tersebut langsung dibantah Sekmat Cihurip, Sambas. Di Kampung Sarongge tidak terjadi bencana.

“Korban tewas hanya satu orang atas nama Ibu Juwaedah (55), warga Kampung Cipari. Kebetulan saya masih di rumah korban,” kata Sambas, kepada “GE” melalui telepon selulernya, Sabtu (18/3/17) malam sekira pukul 20.25 WIB.


Menurut keterangan Sambas, korban saat itu ditemani anak perempuannya, Janas (40). Mereka bermaksud memperbaiki saluran air yang menuju jamban rumahnya. Belum lama sampai di lokasi yang jaraknya sekira 70 meter dari rumah korban, tiba-tiba dinding tebing parit setinggi 30 meter dengan lebar 15 meter mengalami longsor.

Janas yang mengetahui kejadian itu langsung berlari menjauh sambil memperingatkan ibunya agar segera berlari menghindari longsoran tanah. Namun, teriakan Janas tak dihiraukan korban yang sedang asyik menunduk memperbaiki saluran air. Begitu menyadari bahaya mengancam, korban akhirnya hanya mampun menyeru “Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Sedetik kemudian, tubuh korban lenyap ditelan longsoran tanah.

Janas yang menyaksikan kejadian tersebut tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Janas pun langsung menyampaikan kabar duka yang menimpa istri  Ki Dahlan (70) itu kepada kerabat keluarganya.

Sampai berita ini dilansir, korban masih disemayamkan di rumah duka. Camat Cihurip, Asep Harsono, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Garut, Rahmat Supriatin, turut melayat langsung ke rumah korban. Rencanannya korban dimakamkan Minggu (19/3/17) pagi di TPU Cipari.

Lebih jauh dikatakan Asep Harsono, longsor yang terjadi di Kampung Cipari sudah bisa ditangani. Para petugas BPBD Kabupaten Garut yang langsung terjun ke lapangan mampu menuntaskan perbaikan secepat mungkin. Hanya saja, akibat musibah tersebut, aliran listrik di Kecamatan Cihurip sempat terputus hingga malam hari.

“Selain longsoran tanah yang merusak pesawahan dan menelan korban jiwa, terjadi lonsoran kecil di dua titik lainnya. Tetapi Alhamdulillah, semuanya sudah bisa ditangani,” imbuh Asep Harsono. (Sony MS/Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI