Hanya Bisa Menampung 740 Meter Kubik Perdetik, Bendung Copong Menjadi Ancaman Serius Warga di Bantaran Sungai Cimanuk

KOTA, (GE).-  Dari hasil evaluasi banjir bandang yang meluluhlantakan beberapa kawasan yang berdekatan dengan bantaran Sungai Cimanuk, salah satu penyebabnya diduga dari tingginya intensitas hujan, sehingga tidak dapat ditampung Bendung Copong.

Sementara itu, kapasitas Bendung Copong sendiri hanya mampu menampung air dengan kapasitas 740 meter kubik perdetiknya. Saat curah hujan tinggi, dalam beberapa hari yang lalu kapasitas air mencapai 1.100 meter kubik perdetiknya. Tak heran debit air di Sungai Cimanuk meluap.

Secara khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghimbau semua pihak untuk tetap waspada. Seiring masih tinggi curah hujan, potensi banjir itu masih ada.
”Ya, curah hujan yang paling tertinggi pada bulan Januari,  artinya ancaman untuk banjir tetap ada,” tutur Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Willem Rampangilei, Selasa, (27/9/2016).
 
Disarankannya, pemerintahan setempat harus siaga menyiapkan skenario dan rencana evakuasi bila bencana banjir datang. Memberikan peringatan dini dan pemantauan cuaca secara berkala, adalah saah satu upayanya. Sosialisasi itu bisa dilakukan dengan cara memasang papan peringatan di daerah yang rawan terjadinya banjir.
 
“Membuat jalur-jalur evakuasi menuju ke tempat yang lebih aman dari lokasi bencana. Kita juga harus menyiapkan tempat berkumpulnya orang dan rayonisasi warga,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, berjanji segera merealisasikan peringatan BNPB tersebut. Diantaranya akan merelokasi warga yang terdampak bencana banjir.
 
Direncanakan, Presiden Joko Widodo, secara simbolis akan menyerahkan dua rumah susun dengan kapasitas masing-masing 100 kepala keluarga. Sementara sisanya yakni bantuan dari Qatar Cerity yakni pembangunan dua rusun dengan kapasitas yang sama.
“Rencanannya, rusun untuk warga korban banjir secara simbolik akan diserahkan oleh pak Presiden.” Tandasnya.
Sampai berita ini diturunkan, kedahsayatan amukan Sungai Cimanuk telah merenggut korban tewas hingga 34 orang yang ditemukan. Sementara rumah warga yang rusak atau hanyut tercatat ada 453 unit. Hingga saat ini tim pencari dari beberapa pihak terus melakukan pencarian 19 korban banjir yang masih dinyakatakan hilang. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI