Hanya Bisa Gunakan Terowongan PT. KAI, Bahaya Mengintai Warga Karyasari-Karoya Girang

GARUT, (GE).- Masyarakat di wilayah Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, khususnya yang berdomisili di Kampung Karyasari dan Karoya Girang, hingga saat ini masih menggunakan jalan setapak, lalu menyusuri jalan kereta api untuk bisa menempuh perjalanan dari kampungnya. Kondisi ini dikeluhkan warga karena bisa saja sewaktu-waktu membahayakan jiwanya. Warga berharap ada akses jalan alternatif, sehingga bisa aman beraktivitas.

“Tentu harus ada solusi untuk mengantisipasi bahaya dari kecelakaan karena kereta api. Kita harus sedia payung sebelum hujan. Satu-satunya adalah membuka jalan baru melalui lahan PT. KAI,” ungkap Widya Heru Kartika, SE.Akt., yang merupakan Kades Karyamukti periode 2015-2021.

Dijelaskannya, ide pembangunan jalan baru melalui lahan PT. KAI itu telah lama muncul ketika ada warga dari Kampung Karyasari dan Karoya Girang yang meminta pertolongan, karena sakit maupun akan melahirkan. Sekalipun dalam keadaan darurat, warga terpaksa harus melalui terowongan jalan kereta api.


“Mobil milik saya tidak bisa menjemput atau mengantarkan langsung ke rumah warga yang benar-benar darurat memerlukan pertolongan. Soalnya akses jalan menuju ke rumah warga, jalannya masih darurat. Sehingga saya hanya sebatas mengantar, atau menjemput dari dari depan gonggo (terowongan kereta api/ red.)” tuturnya, saat dijumpai “GE” di kantornya, Selasa (17/1/2017).

Perasaan Heru begitu sedih, setiap menyaksikan warga yang sangat memerlukan pertolongan emergensi, sebelum sampai ke depan gonggo, dari tempat tinggalanya harus digotong pakai blangkar, atau digendong oleh seorang warga, menelusuri jalan kereta api sejauh 800 m. Lalu turun melalui jalan bertangga di samping kiri gonggo, atau pulang harus meniti tangga jalan.

“Tentunya, saya sebagai bapak warga, jam berapapun jika ada warga yang meminta pertolongan, karena sakit keras, atau ada yang akan melahirkan, selalu siap pulang-pergi mengantarkannya. Akan tetapi perasaan hati saya menjadi tak tega dan sedih. Setiap akan memberikan bantuan harus menunggu di depan gonggo.” Kisahnya.

Menyaksikan kondisi seperi demikian, akhirnya Heru semakin kuat mengagas pembanguan jalan baru melalui lahan PT. KAI. Menurutnya, ide tersebut selain sebagai penyelamatan warga dari marabahaya, juga akan menopang perekonomian masyarakat.

“Mudah-mudahan saja pihak dari PT. KAI memberikan izin. Soalnya rencana jalur pembuatan jalan itu melalui lahan milik PT.KAI, sejauh 800 m dengan lebarnya 2,5 m.” Harapnya.

Ditambahklannya, saat ini pemerintahan Desa Karyamukti segera mengambil sikap, salah satunya dengan membuat proposal untuk pembuatan jalan baru. Proposal tersebut telah disampaikan kepada pihak PT. KAI.

“Saya yakin, ke depannya, jalan tersebut bukan hanya sebatas sedia payung sebelum hujan dari mara bahaya yang tidak diharapkan oleh warga kami. Akan tetapi jalan tersebut kedepannya merupakan jalan yang vital sebagai akses meningkatkan perekonomian masyarakat,” paparnya. (Ilham Amir)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI