Hanya Berhasil Menggondol Uang Rp 40 Ribu, Pembunuh Mahasiswi di Garut Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

TERDAKWA pembunuhan mahasiswi Akper Pemda Garut, Restu Fauzi (20) saat dihadirkan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (3/8/17).*

GARUT, (GE).- Terdakwa pembunuhan berencana dan pencabulan Restu Fauzi (20) dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Ketua Majelis Hakim, Endratno Radjamai, Kamis (3/8/2017). Meski dalam gelar perkara terdakwa hanya berhasil menggondol uang Rp 40 ribu, namun perbuatannya menghabisi nyawa korban dan melakukan pencabulan dinilai memberatkan perbuatan terdakwa.

Terdakwa Restu Fauzi (20) dijatuhi hukuman seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut. Putusan tersebut dijatuhkan karena Restu terbukti melakukan pembunuhan dan pencabulan kepada Fahmi Nisa Nurbayani (19) saat mencuri di rumah korban.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 390 KUHP tentang pencabulan,” Ketua Majelis Hakim, Endratno Radjamai, Kamis (3/8/2017).


Aksi tersebut dilakukan Restu pada 2 Desember 2016 di Perum Banyuherang, Blok D4, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi pada pukul 01.00. Mahasiswi Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Garut itu meregang nyawa karena sempat melakukan perlawanan saat mengetahui pelaku mencuri di rumahnya.

Dalam persidangan disebutkan jika Restu mengambil barang milik korban berupa laptop, telepon genggam, dan uang sebesar Rp 40 ribu. Namun laptop dan telepon genggam jatuh di tengah sawah saat pelaku melarikan diri. Alhasil, hanya uang puluhan ribu yang didapat dan dibelikan rokok oleh pelaku.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindakan pembunuhan berencana. Menyatakan telah terbukti melakukan pencabulan kepada orang yang tak berdaya. Menjatuhkan penjara seumur hidup,” ujar Ketua Majelis Hakim, Endratno Radjamai, Kamis (3/8/2017).

Putusan seumur hidup kepada terdakwa disambut tepukan dari keluarga dan rekan korban. Terdakwa pun menerima atas putusan yang ditetapkan majelis hakim.

Dalam persidangan, pelaku juga terbukti melakukan pencabulan kepada korban. Padahal korban sudah dalam keadaan tak berdaya. Saat melarikan diri, pelaku pun sempat meminta tolong kepada pengendara motor dan mengaku menjadi korban begal.

Saat sidang putusan, ratusan mahasiswa Akper Pemkab Garut turut hadir. Para mahasiswa yang mengenakan seragam berwarna putih itu tak kuasa mendengar kronologis pembunuhan yang dilakukan terdakwa.

Usai persidangan, sempat terjadi kericuhan karena rekan korban mengejar terpidana. Sejumlah mahasiswa Akper sempat memukul pelaku. Petugas keamanan pun segera membawa terpidana ke dalam kendaraan. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI