Hama Wereng Serang Cikembulan, Puluhan Hektare Lahan Padi Terancam Gagal Panen

GARUT, (GE).- Sejumlah petani di kawasan Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut saat ini mengaku resah. Keresahan para petani padi ini diakibatkan adanya serangan hama wereng coklat yang menyebabkan puluhan hektare tanaman padi mereka terancam gagal panen.

Toto Karwita (45), salah seorang petani setempat menyebutkan, serangan hama wereng coklat di daerahnya terjadi sejak tiga pekan terakhir. Tanaman padi yang terserang hama wereng coklat perlahan-lahan menjadi kering dan bulir padinya pun menjadi kosong.

“Ya, kami sudah melakukan berbagai upaya untuk memberantas hama ini (wereng coklat/red.) namun selalu gagal. Berbagai macam obat pembasmi hama pun telah dicoba tapi tak mampu memberantasnya,” ungkapnya, Kamis (02/02/2017).


Dijelaskannya, kondisi ini tentunya sangat meresahkan. Jika hal ini terus dibiarkan maka dapat dipastikan tanaman padinya akan mati.  Diakuinya, dari satu hektare lahan  padi miliknya, kini yang sudah 50 persennya telah jadi korban serangan wereng. Untuk mengurangi tingkat kerugian, sejumlah petani padi di kawasan ini memutuskan untuk memanen padi lebih awal.

“Sebelum seluruh tanaman padi terserang hama wereng, kami putuskan untuk memajukan jadwal panen. Ini terpaksa kami lakukan untuk menghindari  kerugian lebih besari,”  tukasnya.

Menurut Toto, dalam kondisi normal, dari satu hektare lahan biasanya hasil panen yang didapatkan mencapai rata-rata 5 ton. Namun dalam kondisi seperti ini,  mendapatkan gabah 2 ton saja sudah beruntung.

Serangan hama wereng di wilayah Cikembulan ini meliputi beberapa lahan pertanian seperti di Blok Gempol Kulon, Parabon, kaki Gunung Haruman, Citektek, dan Blok Batu Ngariung.

Sementara itu, menurut petugas Penyuluh Pertanian setempat, Sudaryat, selain di  daerah Cikembulan juga melanda sejumlah lahan tanaman padi di desa sekitarnya.

“Memang , saat ini para petani padi di Desa Cikembulan dan juga sejumlah desa sekitarnya sedang dilanda keresahan akibatserangan hama wereng coklat,” ucap Sudaryat.

Sudaryat menjelaskan, Dinas Pertanian Garut telah mengupayakan penanggulangan hama wereng ini, salah satunya dengan merubah varietas padi dengan padi lokal seperti jenis pandan wangi.

Pjs. Kepala Desa Cikembulan, Didin Tajudin, mengakui di desanya saja sudah ada 75 hektare lahan tanaman padi yang diserang hama wereng. “Para petani di sini kebingungan untuk mengatasi serangan hama ini. Soalnya baru pertama kali. Sebelumnya tidak pernah ada serangan hama seperti ini di desa kami,” kayanya.

Diharapkannya pemerintah segera turun tangan mengatasi permasalahan ini. Kondisi ini menurutnya tak bisa terus dibiarkan karena dampaknya sangat besar bagi para petani. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI