Habiskan Ratusan Juta Hanya untuk Survei, Rudy-Helmi Resmi Deklarasikan Diri untuk Pilkada 2018

PROSESI deklarasi pemenangan pasangan Rudy-Helmy, di Joglo, Garut, Sabtu (6/1/2018).***

GARUT, (GE).- Pasangan petahana Rudy Gunawan – Helmi Budiman akhirnya resmi mendeklarasikan diri untuk kembali bertarung pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut tahun ini (2018).

“Ya, kami mendeklarasikan diri untuk periode kedua,” ujar Rudy Gunawan, saat berlangsungnya prosesi Deklarasi Pemenangan Rudy-Helmy, di Joglo,  Garut, Sabtu (6/1/2018).

Ditegaskannya, dirinya bersama Helmi Budiman kembali berpasangan dan siap untuk memimpin Garut untuk periode kedua. Menurutnya, pencalonannya sendiri diusung oleh tiga partai politik yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).


“Saya merasakan hari ini punya perasaan sangat baik kepada tiga pimpinan partai politik,” katanya.

Rudy bertekad melanjutkan memimpin Garut untuk membangun Garut untuk baik. Menurutnya, masyarakat Garut hanya menginginkan tiga hal yaitu barang murah, lapangan kerja dan infrastruktur yang baik.

” Barang murah, lapangan kerja dan infrastruktur yag baik,itulah yang diharapkan masyarakat Garut saat ini,” katanya.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menambahkan, sudah siap kembali mendampingi Bupati Garut Rudy Gunawan dua periode hingga tahun 2022. Helmi bersama Rudy menyatakan ingin membuktikan bahwa mitos tentang tidak akan ada pemimpin Garut sampai dua periode di Garut itu tidak ada.

“Saya mengajak masyarakat Garut dan partai pendukung kita untuk pecahkan mitos itu, kita kembali kepada takdir Allah,” katanya.

Sementara itu, dalam deklarasi itu dihadiri oleh para pimpinan partai politik pengusung serta para pendukung maupun sukarelawan pasangan petahana Rudy-Helmi.

Pasangan yang saat ini masin menjabat bupati- wakil tersebut selanjutnya akan mendaftar menjadi peserta Pilkada Garut 2018 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut.

Rudy mengakui telah menghabiskan ratusan juta rupiah untuk melakukan survei respon masyarakat sebelum memutuskan kembali maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. “Kami bayar ratusan juta hanya untuk survei,” tandasnya.

Dijelaskannya, survei dilakukan oleh tim Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang kinerjanya dapat dipertanggungjawabkan. Biaya surveinya ditanggung oleh diri sendiri dan wakilnya Helmi Budiman dengan besaran dana Rp150 juta untuk satu kali survei.

“Dana survei dilakukan berdua (pasangan petahana) harganya Rp150 juta,” katanya.

Menurutnya, survei yang dipercayakan ke LSI itu tentang kepuasan masyarakat dipimpin oleh Bupati Garut Rudy Gunawan dan Wakilnya Helmi Budiman. Hasilnya, kata Rudy, sebesar 85 persen masyarakat Garut ditanya tentang kepuasan selama pemerintahan Garut yang dipimpin Rudy-Helmi.

“Ditanya puas tidak, 66 persennya atau hampir 74 persen menyatakan puas dan ingin melanjutkan,” katanya.

Ditambahkannya, hasil survei lainnya dengan empat pasangan bakal calon Bupati Garut, ternyata hasilnya sebesar 52 persen unggul dibandingkan calon lainnya.

” Hanya 22 persen yang tidak menginginkan kepemimpinan Rudy-Helmi,” tukasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI