Guru Honorer di Angkat jadi P3K, Berikut Kisaran Gaji yang akan Diterima

Garut, (GE).- Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka peluang pengangkatan guru honorer menjadi PPPK bagi yang telah melampaui usia maksimal yang ditetapkan oleh undang-undang untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.

“PPPK ini memiliki hak yang setara dengan PNS,” tutur Jokowi seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Ahad, 2 Desember 2018.

Jokowi berujar pemerintah sejatinya memahami tugas berat dan peranan para guru yang berjuang untuk membina dan membangun bangsa lewat pendidikan. Sehingga, pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk mendukung guru-guru Indonesia menjalankan perannya.


Dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), bekas Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan pemerintah secara bertahap dan berkelanjutan bakal merekrut para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Pada tahun ini rekrutmen CPNS terbanyak adalah guru yang mencapai 114 ribu guru,” kata Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, saat ini gaji guru honorer di Garut masih jauh dari standar pengupahan. Mereka hanya digaji sekira Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu tiap bulannya.

Hal tersebut membuat, para guru honorer terus berjuang untuk mendapatkan upah yang layak. Hingga tak jarang aksi unjukrasa digelar guna memperjuangkan haknya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk menggaji guru honorer yang berstatus P3K. Guru honorer yang usianya di atas 35 tahun, akan menjadi prioritas.

“Kami sedang menyelesaikan masalah honorer ini. Nanti bertahap akan memasukan honorer menjadi P3K. Seribu orang per tahun kami sanggup,” kata Rudy.

Honorer yang nantinya berstatus P3K, lanjutnya, akan mendapat gaji sekitar Rp 2,5 juta per bulan. Hanya saja Rudy belum bisa mengesahkan anggaran itu karena menunggu aturan pemerintah.

“Gajinya nanti di atas UMK Garut. Sekarang tinggal tunggu aturan dari pusatnya,” ucapnya.(MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI