Gunakan Anggaran Ratusan Juta, Distan Garut akan Bangun Gedung Aspartan

GARUT, (GE).- Ratusan produk pertanian di Kabupaten Garut akan di pusatkan di Gedung Asosiasi Pasar Pertanian (Aspartan). Anggaran ratusan juta telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk membangun gedung Aspartan yang nantinya akan direhab menjadi dua lantai.

“Anggarannya sudah disiapkan. Dalam anggaran perubahan tahun 2018 dialokasikan Rp 50 juta untuk pembenahan area parkir dan drainase. Kemudian di anggaran murni tahun 2019 dialokasikan lagi Rp 800 juta untuk pembangunan fisik,” kata Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga di Musium Garut, Simpanglima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (23/11/18).

Perombakan gedung Aspartan nantinya diharapkan dapat menjadi sentra hasil pertanian. Saat ini ratusan produk pertanian dijual langsung ke kota-kota besar tanpa ada diberikan sentuhan nilai tambah.


“Sekarang produk pertanian itu langsung di jual ke pasar. Saya berharap ke depannya petani bisa mengolah dulu hasil pertaniannya sebelum di jual ke pasar,” kata Beni.

Ia mencontohkan, seperti hasil pertanian singkong yang langsung di jual ke Bandung. Padahal jika diolah dulu tentunya akan menambah penghasilan bagi petani.

“Saya lihat singkong dari Garut ternyata di Bandung dibuat kripik Icih. Coba kalau di Garut dibuat kripik serupa tentunya akan menambah kesejahteraan untuk petani,” ungkap Beni.

Beni mengungkapkan ada 120 produk olahan hasil pertanian di Garut. Tapi selama ini, petani kesulitan memasarkan produknya.

Oleh karena itu, kata Beni, dibutuhkan sentra yang bisa memasarkan produk petani. Nantinya, kata dia, Aspartan ini akan menjadi hilir produk pertanian.

“Nantinya akan dibangun dua lantai. Lantai dasar untuk minimarket produk pertanian. Sementara lantai atas untuk produk perkebunan seperti kopi, teh, gula semut dan produk lainnya,” ucapnya.

Beni berharap ke depannya Aspartan akan menjadi media bagi petani untuk memasarkan produk olahan pertanian. Sehingga kesejahteraan petani di Garut semakin meningkat.

“Saya harap nantinya petani bisa meraup perputaran uang yang besar. Sehingga kesejahteraan mereka pun bisa terdongkrak. Bahkan nantinya diharapkan mereka dapat terlepas dari sistem pengepul yang kerap merugikan petani,” pungkasnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI