GTK Prestatif Tingkat Jabar Menanti Apresiasi Pemkab Garut

BELUM lama ini Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi tahun 2017. Agenda yang digelar pada bulan Juni (2017) di Bandung tersebut diikuti ratusan peserta tenaga pendidik dan kependidikan dari seluruh Kabupaten/ Kota se Jawa Barat.

Setelah melalui seleksi super ketat, akhirnya panitia menentukan 99 guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang berhak atas penghargaan juara I,II dan III. Dari 99 orang GTK tersebut, enam orang diantaranya merupakan putra putri terbaik asal dari beberapa sekolah di Garut.


Penyerahan penghargaan untuk para pendidik dan tenaga kependidikan prestatif ini sendiri secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi. Prosesi Pemberian Penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi 2017 berlangsung di Hotel Golder Flower, Jalan Asia Afrika, Bandung, Kamis (5/4/2018).

Sementara itu, Lesi Elyasa Febrianti, S.Pd., S.ST salah seorang tenaga kependidikan asal SMAN 1 Garut berhasil meraih penghargaan (Juara II) untuk katagori tenaga kependidikan bidang Laboratorium Bilologi-Kimia.

Menanggapi hasil raihan prestasinya, Lesi menanggapinya dengan santai. Menurutnya raihan preastasinya tersebut hanyalah wujud keseriusannya untuk berpartisipasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Kabupaten Garut.

Alhamdulillah, penghargaan ini akan saya jadikan sebagai stimulus untuk meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik lagi. Saya kira, berapa hadiahnya itu mah nomor sekian, yang terpenting bagi saya bisa berpartsisipasi dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk lebih baik lagi, khususnya di Kabupaten Garut,” tutur ibu tiga anak ini, seraya melempar senyumannya.

Diungkapkannya, sebelumnya untuk bisa meraih presyasi tersebut Ia harus bersaing ketat dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah favorit se Provinsi Jabar.

“Ya, lumayan berat juga saingannya. Untuk meraih penghargaan tersebut kami harus berjuang dalam kompetisi dengan serangkaian tahapan penilaian yang diberikan tim juri,” katanya.

Dijelaskannya, dalam penilaiannya itu meliputi, pertama portofolio yang dilengkapi video. Kedua, penilaian test tertulis, Ketiga, penilaian karya tulis ilmiah. Peserta lomba wajib mengirimkan karya tulis ilmiah yang dibuat 3 tahun terakhir. Karya tulis ilmiah ini bisa berbentuk Penelitian Tindakan Kelas, Penelitian Tindakan Sekolah, Best Practise, Karya tulis ini dikirimkan bersamaan dengan portofolio.

Keempat, presentasi dan wawancara karya tulis ilmiah. Penilaian ini materinya adalah sesuai karya tulis yang telah dikirimkan bersama portofolio. Bobot penilaiannya 35 %. Presentasi 15% dan 20% untuk wawancara.

“Di sesi penilaian ini setiap peserta diuji satu persatu oleh 3 orang juri. Dengan lama presentasi 7 menit, dilanjutkan tanya jawab terkait materi karya tulis yang dipresentasikan. Peserta dituntut untuk menguasai dan mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya,” ungkapnya.

Sebagai juara II,Selain mendapatkan penghargaan berupa thropy, Ia juga berhak atas hadiah sejumlah uang pembinaan. Disinggung terkait apresiasi dari pemkab Garut, Lesi mengaku belum mendapatkan apapun.

Meski demikian, Ia tak berharap banyak atas apresiasi itu. Dirinya hanya berharap dukungan doanya saja dari semua pihak untuk bisa berprestasi lebih tinggi lagi.

Alhamdulillah, untuk apresiasi dari pemkab (Garut) belum ada tuh. Bagi saya tidak apa-apalah, yang penting doakan saja dari semuanya agar kami bisa meningkatkan mutu pendidikan lebih baik lagi,” tandasnya. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI