GGW Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Korupsi

KOTA, (GE).- Setiap tanggal 9 Desember, masyarakat dunia termasuk Indonesia memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI). Momentum HAKI diharapkan tidak hanya bersifat seremonial tetapi bagaimana pelibatan masyarakat secara luas yang dapat menghasilkan dampak pada penyadaran isu anti korupsi.

Hal itu diungkapkan Sekjen Garut Governance Watch (GGW) Dedi Rosadi menyikapi Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh pada Rabu (9/12/2015).

Dikatakan Dedi, sebagai satu lembaga non pemerintahan yang bergerak pada isu-isu antikorupsi dan pemberdayaan masyarakat, GGW memandang bahwa isu antikorupsi harus menjadi tanggungjawab kita semua. Untuk itu diperlukan pemahaman dan penguatan terkait pentingnya gerakan antikorupsi di berbagai lini kehidupan.

Youth Report Center (YRC), kata Dedi, merupakan salahsatu kegiatan yang diinisiasi oleh generasi muda di tingkat lokal (desa) bersama GGW dan Youth Departement Transparency International Indonesia dalam rangka meminimalisir tingkat korupsi dan terutama meningkatkan kualitas pelayanan publik. YRC merupakan bentuk lain untuk mewadahi peran serta pemuda atau masyarakat sekitar dalam menjembatani permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, khususnya terkait pelayanan publik.

“Berdasar pada permasalahan yang hampir sama dan memiliki tujuan yang sama antar warga dampingan di beberapa desa sasaran yaitu untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, maka hal tersebut menjadi dasar awal dalam pembentukan YRC. Hal ini diharapkan menjadi alternatif warga untuk ikut berperan serta dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, YRC ini pada dasarnya merupakan kolektivitas pemikiran dari beberapa komunitas pemuda/warga yang selama ini menjadi dampingan GGW yang terdapat di beberapa desa sasaran. Diharapkan itu semua bisa memberikan warna atau pengaruh terhadap proses peningkatan partisipasi masyarakat Garut secara keseluruhan dalam rangka membangun metode hubungan dengan kekuasaan. Dengan demikian ke depannya diharapkan juga memungkinkan masyarakat sipil dari lapisan paling bawah bisa berpartisipasi membantu pemerintahan dalam melakukan perbaikan –perbaikan kualitas pelayanan publik. Pelayanan publik tersebut baik dalam proses pengawasan ataupun pengambilan kebijakan.

Diterangkan Dedi, adapun tujuan dari diselenggarakan peluncuran YRC ini adalah dalam rangka mempropagandakan terbentuknya YRC di Kabupaten Garut. Selain itu kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam memperingati HAKI yang diharapkan mampu membangun semangat antikorupsi di tengah-tengah masyarakat dan di berbagai level pemerintahan (desa-kota).

Kegiatan perayaan HAKI 2015 dan peluncuran YRC ini diselenggarakan Rabu (9/12/2015) di gedung pendopo Garut. Adapun pesertanya terdiri forum warga dampingan GGW, Transparency International Indonesia (TII), kalangan mahasiswa, pelajar, dan kalangan lainnya. Farhan SN***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN