Gerobak Dagangan Ditinggal Jumatan, Uang Modal Kakek Ini Ludes Digondol Maling

Oto (65) )( berpeci hitam) pedagang lontong sayur di kawasan Jalan Pataruman, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut, tampak terpukul saat menyaksikan gerobak dagangannya berantakan, Jumat (21/7/2017)/ foto: Doni Melody Surya/ GE.

GARUT, (GE).- Para pelaku tindak kejahatan sepertinya tak pandang bulu dalam memilih calon korbannya. Seperti yang terjadi pada Jumat (21/72017), Oto (65) terpaksa harus merelakan seluruh uang hasil jualanya yang disimpan di dalam laci ludes digondol maling.

Tak hanya itu, satu kantong plastik berisi rokok senilai Rp 500 ribu juga raib. Peristiwa ini terjadi saat gerobak jualan yang mangkal di Jalan Pataruman, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten GarutĀ  ditinggalkannya guna menunaikan shalat Jumat.

Sekembalinya dari Masjid, Kakek penjual lontong sayur tersebut hanya bisa termenung menyaksikan kaca gerobaknya sudah hancur. Saat diperiksa, ternyata semua uang dalam laci gerobak berserta beberapa bungkus rokok dagangnnya sudah raib.


Ya Alloh, ieu cobian kango sim abdi. Uang hasil yang didapat dari hasil jualan hari ini semuanya habis, berikut uang recehanya tak tersisa. Rokok oge bapak nembe balanja disimpen dina laci seep sadayana,” tuturnya, lirih.

Diungkapkannya, uang yang tersimpan di dalam laci jumlahnya memang tidak seberapa. Namun, uang digondol pencuri tersebut merupakan modal untuk dagangnya.

Menurut penuturannya, Ia sudah berjualan lontong sayur di tempat tersebut sejak setahun yang lalu. Setiap harinya, dirinya mengakuĀ  mendapat keuntungan yang tidak menentu. Jika sedang baik, uang senilai Rp 80 ribu bisa diperolehnya sebagai keuntungan dalam sehari. Namun, tak jarang juga Ia harus pulang membawa uang alakadarnya untuk kebutuhan hidup sehari- harinya.

” Mugi mugi we cep rejeki bapak sing lancar kapayuna. Biar bapak bisa nyicil uang modal yang bapak pinjam kemaren dari teman bapak. Biasanya memang bapak kumpulin setiap hari uang Rp 10 ribu didalam laci untuk membayar pinjaman tersebut. Bapak juga tidak menyangka ditingal shalat Jumat hari ini, ada kejadian begini. Biasanya setiap ditingal ke masjid Dzuhur atau Ashar, tidak pernah terjadi apa apa. Ya sudahlah, Insyaloh Bapak ikhlas,” ungkapnya, seraya memunguti sisa pecahan kaca gerobak miliknya. (Doni Melody Surya)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI