Gerakan Hejo : Desa Sukamurni Layak Jadi Desa Wisata

GARUT, (GE) – Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu, dinilai layak menjadi Desa Wisata dengan andalan tempat wisata berupa air terjun yang berjumlah empat buah dalam satu aliran sungai. Selain air terjun, desa yang berada di bawah kaki Gunung Cikuray ini juga terkenal dengan masyarakatnya yang ramah dan telah siap menjadikan desanya sebagai tujuan wisatawan.

Aktivis lingkungan yang juga ketua Gerakan Hejo, Ratno Sastromiharjo menyampaikan, Desa Sukamurni memiliki kekayaan alam yang luar biasa dengan masyarakatnya yang ramah. Bahkan, masyarakat mau bahu membahu membangun akses jalan menuju ke air terjun yang diyakini bisa jadi tempat tujuan wisata baru di Garut. “Garut memang memiliki kekayaan alam yang bisa dijual sebagai tempat wisata, Curug Cisarua ini salahsatunya, selain Curug Cihanyawar,” katanya.

Pria yang kerap disapa Wa Ratno ini memaparkan, ada empat curug di Desa Sukamurni yang semuanya tentu punya nilai jual bagi para pecinta wisata alam. Belum lagi, suasana alam di kaki Gunung Cikuray juga sangat mendukung untuk kegiatan wisata alam dari mulai hiking, camping atau bersepeda gunung.

Selain kondisi alam yang mendukung, menurut Ratno lokasi Desa Sukamurni juga terbilang dekat dari kawasan Garut Kota hingga Tasikmalaya. Untuk bisa sampai ke lokasi Desa Sukamurni, dari kawasan Garut Kota hanya perlu waktu tidak kurang dari setengah jam. sementara, dari Tasikmalaya hanya perlu waktu tidak lebih dari satu jam. Oleh karenanya, Desa Sukamurni bisa jadi desa wisata unggulan di Garut.

Ratno mengaku, Gerakan Hejo sebagai organisasi lingkungan pun melihat potensi tersebut, oleh karenanya untuk memperkuat daya dukung alam dan menjaga kelestarian lingkungan di Desa Sukamurni pihaknya pun bersama masyarakat melakukan penanaman pohon tanaman keras dan buah-buahan di kawasan hutan sebanyak 4000 pohon secara bertahap.

Ratno melihat, masyarakat Desa Sukamurni telah memiliki kesiapan untuk dijadikan tempat wisata setelah melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi dalam bergotong royong melakukan penanaman dan membuka akses tempat wisata. Selain itu, dari sisi budaya di Desa Sukamurni juga masih kental dengan budaya Sunda yang tentunya bisa menarik perhatian wisatawan.

Bahkan, pada akhir tahun 2016 dan menyambut tahun 2017, segenap masyarakat desa Sukamurni melakukan doa bersama di lokasi air terjun Cisarua untuk memohon berkah dari dijadikannya curug Cisarua dijadikan tempat wisata baru. (Ari)***

Editor: Kang Cep.