Generasi Dambaan Ummat

Oleh, Nenden Dewi Suryana, SP

“Generasi adalah Penerus Bangsa”. Selogan itu memang benar adanya. Di tangan para generasi itulah kehidupan bangsa akan dilanjutkan. Jika baik kondisi generasinya, maka baik pula kondisi bangsa pada masa yang akan datang.

Jika yang terjadi pada saat sekarang ini adalah generasi yang suka hura hura, akrab dengan narkoba, maka sudah bisa d prediksikan pada masa yang akan datang akan terbentuk bangsa yang suram.

Kalau kita mau jernih melihat kondisi generasi saat ini, ini adalah hasill bentukan atau hasil didikan jaman liberal. Liberal itu sendiri adalah faham kebebasan yang membolehkan segala sesuatunya. Generasi bangsa kita sudah dicekoki oleh berbagai faham kebebasan ini.

Semua serba bebas, bebas bergaul, berekspresi, berkeinginan dan lain sebagainnya. Apakah para orang tua mengharapkan generasi seperti itu ? tentu jawabannya tidak. Kita sebagai orang tua tidak ingin anak kita bergaul bebas tanpa batas .

Jika kita beragama, tentu agama itu ibarat tali kekang yang akan mengendalikan perilaku kita, arah hidup kita. Seandainya kita putuskan tali kekang itu maka seperti kuda liar yang tidak bisa dikendalikan. Begitu juga dengan generasi kita, anak-anak kita penerus kehidupan bangsa. Jika anak-anak kita dilepaskan dalam kehidupan ini, mereka hidup menurut keinginan mereka, maka yang terjadi seperti sekarang ini.

Berbagai kasus kriminalitas terjadi dimana-mana. Kita perhatikan berita di media elektronik ataupun cetak, di sana dikabarkan berbagi kasus kriminal yang pelakunya adalah remaja. Kasus yang terbaru adanya seorang wanita yang dianiaya oleh 3 orang laki-laki, alat yang digunakannya adalah cangkul. Masya Alloh, manusia yang sangat sadis.

Namun Biasanya kita melihat berita kriminalitas di daerah lain yang jauh di mata. Namun muncul kasus yang mengejutkan terjadi kasus kriminalitas di kabupaten Garut, tepatnya di Kecamatan Cibatu. Kasus yang terjadi adalah pembunuhan yang dilakukan oleh pemuda umur 20 tahunan. Dengan motif tidak mau diajak kencan.

Itu secuil fakta yang terjadi pada bangsa ini. apa yang salah, padahal sekolah sudah ada di mana-mana. Para ustadz setiap saat senantiasa ada untuk membimbing pada jalan kebenaran. Kenapa masih kecolongan?

Inilah “PR” bagi kita sebagai orang tua, jangan jangan kita nyaman membiarkan generasi kita dididik oleh faham-faham liberal, serba bebas. Televisi menjadi menu utama sebagai tuntunan anak-anak kita. Agama hanya dijadikan status sebagai muslim, tetapi ketika berinteraksi dengan dengan sesama manusia, agama tidak diikutsertakan. Agama hanya untuk di masjid. Jadi ketika sudah ke luar masjid agama jangan diikutsertakan.

Di samping agama tidak diikutsertakan dalam mengatur kehidupan. Jangan-jangan peran orang tua telah lalai dalam ikut serta dalam mendidik generasinya. Misalnya ketika melihat anak gadisnya jalan berduaan dengan laki-laki asing, orang tua masih adem ayem duduk manis di rumah. Tidak melihat itu sebagai ancaman bagi keselamatan anaknya. Padahal Alloh SWT. Sudah memberikan peringatan ” wa la takrobuzzina !” jangan mendekati zina.

Untuk mendekatinya saja sudah dilarang keras, apalagi melakukan zina. Islam memberikan aturan yang paripurna. Ketika seseorang melakukan zina bagi yang belum menikah maka hukumannya adalah hukuman cambuk sebayak seratus kali. Jika sudah menikah maka hukumannya hukuman jilid. Hukuman itu akan memberikan efek jera dan berfungsi sebagai penebus nanti di yaumil akhir. Begitu juga bagi pembunuhan dalam Islam ada hukum qhisos.

Semua kembali pada manusia yang ada di dunia ini, jika ingin keberkahan turun dari langit dan bumi maka solusinya harus kembali pada aturan sang Khaliq.
Garut milik Alloh, Indonesia milik Alloh, dunia dan seisinya milik Alloh.. Kembalikan kepadaNya ! Terapkan aturanNya, maka mulialah kita . Generasi cemerlang dengan menuruti aturan Sang Pencipta.

Sudah saatnya orang tua bergerak, masyarakat ikut mengontrol semua aktivitas generasi kita. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah peran pemerintah yang akan menegakkan hukuman dan negara pula yang akan memberikan perlindungan bagi anak-anak kita untuk dapat beraktivitas dengan tenang, bersekolah dengan tenang dan mengukir prestasi dengan gilang gemilang. Generasi hasil didikan Islam bisa kita lihat dalam sejarah begitu indah terukir dengan tinta emas, berikut diantaranya;

1. Abbas bin Firnas, orang pertama yang terbang diudara, beliau senang memperhatikan ciptaan Alloh di langit. Beliau berhasil terbang selama sepuluh menit. Jauh lebih lama dari penerangan pertama Wright bersaudara yakni 12 detik.

2. Al Jazari, sang insinyur mesin. Ketepatan waktu dalam Islam sangatlah penting . sebagai seorang insinyur mesin Al Jazari mengembangkan jam yang bisa menentukan waktu sholat, puasa dan haji . Al Jazari juga ingin mmempermudah umat Islam berwudlu dengan mendorongnya membuat pompa air.

3. Ibnu Sina, termasyhur sebagai Bapak kedokteran. Ibnu Sina mampu melakukan berbagai operasi bagi orang yang sakit. Salah satu yang terkenal adalah operasi tulang. Padahal ia hidup di abad ke 11 saat teknologi belum moderen.

4. Al Zahrawi seorang ahli bedah. Beliau merancang pisau bedah, bor, gunting 200 lebih alat bedah yang masih digunakan sampai sekarang.

5. Fatimah Al Fitri, ibu pendiri Universitas, beliu membuat universitas modern pertama di dunia.

6. Ibnu Al Haytham, penemu cara kerja optik.

7. Ibnu Batuta, sang penjelajah dunia. Pada usianya yang baru menginjak 21 tahun, ia berkelana 29 tahun, ia telah mengunjungi 44 negara, salah satunya Indonesia.

8. Laksamana Cheng Kho, pelaut yang menjelajah dunia.

Dan masih banyak lagi penemu penemu lainya. Itulah sebagai pembanding dimana generasi yang dibina dengan Islam akan melahirkan generasi dambaan ummat. Wallahu’ a’lam.

Penulis adalah, Aktivis MHTI DPD II Garut, tinggal di Kawasan Cibatu, Garut.