Gelar Open House, H. Aceng Fikri Gugah Semangat Warga Garut Maknai Filosofi Kebangsaan

GARUT,- (GE).- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang juga sebagai anggota MPR RI, H. Aceng Fikri menegaskan perlunya mewaspadai rongrongan terhadap Ideologi Pancasila. Penegasan tersebut disampaikannya saat diskusi bersama warga dan tokoh masyarakat Garut di kediamannya beberapa waktu yang lalu.

“Masyarakat hendaknya selalu waspada terhadap para pihak yang berupaya merongrong terhadap empat pilar kebangsaan atau istilah lain PBNU yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Bhineka tunggal ika, NKRI dan Undang-undang Dasar 45,” ungkapnya.

Menurutnya Pancasila sebagai Ideologi negara harus terus dipelihara dan ditanamkan dalam sifat kemanusiaan yang adil dan beradab. “Bukan berarti kita tak peduli terhadap Islam namun negeri ini bukan bangsa arab tapi nusantara dimana ada Jawa, Sulawesi, Sumatera dst. “Keun bae lain asas Islam ge nu pentingmah perilaku urang sesuai qur’an jeung sunnah,” tandasnya” .


Lebih jauh mantan Buati Garut ini mengingatkan, fox populi fox die “suara rakyat suara tuhan” sebab itu, setiap saat negara harus hadir di kehidupan masyarakat. Pertanyaannya, apakah selama ini negara hadir di masyarakat? Saya jawab tidak.

“Hal itu benar-benar saya rasakan saat menjadi Bupati Garut dengan segala penghormatan dan perhargaan yang diterima. Namun usai jabatan bupati semua penghargaan itu hilang dan bubar. Padahal jabatan itu simbol, presiden itu simbol, bupati itu simbol. Karena pemilik sesungguhnya ada rakyat itu sendiri ,” tuturnya.

Diungkapkannya, hayu dulur-dulur urang ngawangun daerah masing-masing. Dan yang terpenting wujudkan terlebih dahulu perilaku gotong royong dan kebersamaan. “Kebersamaan adalah modal dasar untuk meraih hidup yang lebih baik,” imbuhnya.

Kekuasaan itu, lanjut Aceng Fikri bukan berarti harus diturunkan ke anak atau cucu. Dan jabatan itu tak berbanding lurus dengan ijazah. “Saha nu ngimpi yen urang Kp. Copong jadi Bupati Garut? Malah saya sendiri gak pernah mimpi-mimpi acan untuk jadi Bupati,” akunya.

H. Aceng Fikri, tak menampik jika kepemimpinan seseorang memiliki kaitan erat dengan keuturunan atau silsilah. “Saya pernah jadi Bupati Garut, memang ada titisan leluhur dari Bupati Garut sebelumnya yaitu Mudzakar Legawa yang berasal dari Kampung Copong.

Terlepas dari itu semua, tambah H. Aceng Fikri cita-cita membangun bangsa ini bisa dicapai dengan menggali kembali nilai-nilai pancasila serta senantiasa memelihara jama’ah (kebersamaan) dan mempererat tali silaturahmi,” pungkasnya. (Syamsul/adv.)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI