Gawat ! Penambang Pasir Area Gunung Guntur Bisa Berakhir di Jeruji Besi

TARKAL,(GE).- Berulangkali peringatan dan penutupan akses tambang pasir di area Gunung Guntur ditutup BKSDA Jawa Barat. Namun seolah tak menggubrisnya, para penambang pasir masih saja melakukan aktivitasnya. Padahal tindakan tersebut bisa saja membahayakan bagi dirinya karena perbuatan melanggar hukum.

Kasubdit Penataan Hukum dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup Provinsi Jabar, Asep Bayu mengatakan pemasangan portal tersebut menjadi salah satu upaya penanganan. Jika portal dirusak, maka para penambang bisa berurusan dengan hukum.

“Kalau bikin jalan baru itu pasti bisa dilakukan. Yang jelas ada itikad untuk penegakan hukum dari kami. Pemasangan portal juga dilakukan di lahan pemerintah,” ujar Asep yang juga anggota Satgas Penyelamatan Lingkungan Provinsi Jabar.

Terkait penangkapan para penambang pasir ilegal, lanjut Asep, merupakan kewenangan Polda Jabar. Meski begitu, Asep mengklaim jika sudah tak ada aktivitas penambangan di wilayah Gunung Guntur.

“Harus sesuai dengan peruntukannya lahan itu. Rata-rata pengusaha tambang itu tak lakukan reklamasi. Akibatnya bisa menimbulkan bencana,” ucapnya.

Selain di Kabupaten Garut, penambangan ilegal juga hampir merata di seluruh wilayah Jawa Barat seperti Sumedang, Bogor, Cianjur dan Tasik. Bahkan penambangan kars di wilayah Karawang sudah disidangkan.

“Persentanye itu 90 persen tambang di Jabar ilegal. Jumlahnua juga ratusan. Ini jadi PR bagi kami untuk menertibkan,” katanya.

Dari jumlah tambang ilegal tersebut, tutur Asep, hanya 10 persen yang sudah dibawa ke ranah hukum. Pencegahan preventif menjadi salah satu cara penertiban tambang ilegal.

(Farhan SN)***