Gawat, Anak Penggugat Ibu Kandung di Garut Mengaku Menerima Ancaman Pembunuhan

HANDOYO duduk tenang sebelum persidangan kasus anak gugat ibu kandung Rp 1,8 miliar di PN Garut, Jawa Barat, berlangsung. Proses persidangan ketujuh, Kamis (30/3/17), dipadati pengunjung yang turut berempati kepada tergugat Siti Rohaya. (Farhan SN/GE)***

GARUT, (GE).- Sidang gugatan anak terhadap ibu kandungnya terus bergulir. Meski hakim PN Garut telah menyarankan untuk islah namun penggugat sepertinya tak menanggapi saran itu. Belakangan ini, penggugat atas nama Yani dan Handoyo malah mengakun kerap menerima telor.

Usai mengikuti persidangan, Handoyo sempat menyebut jika Yani mendapat ancaman pembunuhan. Kepastian tersebut disampaikan Handoyo saat ditanya oleh Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Kabupaten Garut Nitta Kusnia Widjaja.

“Yaninya kemana?” ujar Nitta kepada Handoyo di ruang sidang, Kamis (13/4/2017).


Mendapat pertanyaan itu, Handoyo menjawab jika Yani tengah sakit. Selain itu, menurut Handoyo, sejumlah ancaman pembunuhan juga diterima oleh Yani.

“Ada yang mengancam mau membunuh,” ucap Handoyo kepada Nitta.

Sidang kali ini memiliki agenda mendengarkan keterangan saksi. Dua orang saksi dihadirkan pihak penggugat yang merupakan rekan bisnis Handoyo. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI