Garut Miliki Ribuan Hektare Lahan Kopi Potensial dari Berbagai Varietas

PEMKAB, (GE).- Di beberapa wilayah Kabupaten Garut terdapat ribuan hektare lahan perkebunan kopi potensial. Tercatat ada sekitar 4000 hektare lahan yang kini ditanami berbagai jenis pohon kopi, diantaranya jenis Arabica, Robusta, dan Exelsa.

Sementara, dari tiga jenis kopi yang ada di Garut tersebut, hanya dua jenis kopi saja yang menjadi fokus para petani penggarap yaitu Arabica dan Robusta, lokasinya pun tersebar di sejumlah kecamatan.

Menurut petugas Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Feri Herdiansyah, Garut juga memiliki bibit tanaman keras yang ditempatkan di pusat penyemaian Kawasan Karangpawitan. Bibit tanaman keras yang diproduksi diantaranya jenis mahoni,manhlid, kayu jati putih dan jenis pohon tanaman keras lainnya.

“Bibit bibit tanaman tersebut siap didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan untuk mengatasi lahan kritis dan reboisasi.” Jelasnya, Sabtu (3/9/ 2016)

Kepala Bindang Bina Produksi, Haeruman mengatakan, untuk kopi jenis Arabica terdapat di 26 kecamatan, dan Robusta berada di 37 kecamatan. Untuk Arabica, berdasarkan data statistik yang dikeluarkan di tahun 2014 terdapat 1438 hektare yang sudah menghasilkan.

“Sedangkan Robusta ada 536 hektare lahan yang menghasilkan dan sisanya belum menghasilkan atau mati.” Ungkapnya.

Dijelaskannya, kopi Arabica di Garut ada tiga varietas yang ditanam petani, yaitu Lini S-795, Sigararutan, dan USDA. Sedangkan untuk kopi Robusta merupakan varietas lama yang usianya sudah puluhan tahun dan masih ada hingga kini terus dikembangkan oleh petani hingga saat ini.

Sementara itu, Qipay Supardin, salah seorang penggiat pendidikan yang juga petani kopi di kawasan Banjarwangi menyebutkan bertanam kopi merupakan argribisnis potensial yang harus dicoba. Ia mengaskan pasar kopi “tak ada matinya” seiring bertambahnya penikmat kopi di seantero dunia.

“Ya, harus dicoba, bertani kopi ini sangat potensial untuk meningkatkan taraf ekonomi kita. Karena kan penikmat kopi di seantero dunia terus bertambah dan ” tak ada matinya,” tuturnya, kepada “GE” belum lama ini. (Tim GE)***