Garut Darurat Maksiat, Ribuan Santri Mendesak Perda Anti Maksiat

KOTA, (GE).- Ribuan santri se-Kabupaten Garut berkumpul di Alun-alun Garut. Para santri dan ulama menyerukan kepada Pemkab Garut beserta aparat keamanan untuk membuat Perda larangan maksiat dan minuman keras.

Koordinator aksi damai barisan santri Kabupaten Garut, KH Aceng Abdul Mujib, mengatakan saat ini Garut terancam darurat karena banyak kemaksiatan yang terjadi. Moral masyarakat pun banyak yang sudah tak sesuai dengan karakter Islam.

“Ditambah di Garut sudah banyak muncul aliran sesat. Miras beredar dimana-mana. Ini yang harus segera diperbaiki,” ujar Ceng Mujib sapaan akrabnya, Senin (30/5/2016).

Pihaknya juga menuntut kepada Pemkab untuk segera menerbitkan Perda larangan maksiat. Para santri, lanjut Ceng Mujib, akan mendorong dan mengawal pembuatan Perda tersebut. Dewan juga harus bisa membantu terbentuknya Perda itu.

Selama bulan Ramadan, pihaknya juga meminta kepada aparat keamanan untuk menertibkan tempat hiburan dan warung makanan.

“Jangan sampai ada tempat hiburan beroperasional. Warung makan menjajakan makanan dengan sengaja. Kami minta menghormati orang yang berpuasa,” ucapnya.

Aksi ribuan santri itu sebagai bentuk kepedulian terhadap turunnya moral masyarakat. Jangan sampai timbul banyak kemaksiatan di Garut.

“Garut itu kota santri dan cirinya berakhlak. Jadi semua pihak harus menyamakan persepsi untuk menjadikan Garut bermartabat,” katanya.

Pemkab Garut bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersepakat membuat lima komitmen untuk memenuhi tuntutan barisan santri Kabupaten Garut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman menyatakan dukungan terhadap tuntutan para santri dan ulama itu. Komitmen itu dituangkan dalam lima poin.

“Pertama mendukung sepenuhnya upaya-upaya untuk mengoptimalkan etika pelayanan publik di perusahaan dan pemerintahan. Kedua segera menerbitkan perda larangan segala bentuk kemaksiatan,” ucap Iman di hadapan ribuan santri.

Selain itu, lanjut Iman, Forkopimda juga akan membersihkan Garut dari aliran-aliran sesat. Pemkab juga akan meminta kepada semua lapisan masyarakat untuk menghormati bulan suci Ramadan dengan menutup warung makan dan hiburan di siang hari.

“Apabila keempat tuntutan tak diindahkan kami akan merumuskan langkah-langkah tindakan sebagaimana yang direkomendasikan santri dan ulama pada hari ini,” katanya. Tim GE***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN